TPQ Baitussalam, Gratiskan Biaya Pendidikan

0
48

KEDIRI — TPQ (Taman Pendidikan Quran) yang terletak di dusun Salam desa Mranggen kecamatan Purwoasri memberikan pendidikan kepada siswanya secara gratis, akan tetapi hanya mengisi kotak amal tiap hari Kamis, yang besarannya tidak ditentukan.

Perjuangan para pengasuh yang tidak pernah surut ini awalnya hanya dua siswa, akan tetapi saat ini siswanya mencapai 90 siswa.

Muhammad Muhaimin, mengharapkan dengan berdirinya TPQ ini dapat memberikan kontribusi positip terhadap perkembangan anak anak, terutama tentang pendidikan agama dan akhlak.

Disampaikan jika perjuangan yang selama ini di jalankan dengan ikhlas dan optimis, dapat mendapatkan ridho dan bisa menyampaikan ilmu pengetahuannya terhadap anak, dan sekaligus mendapat respon positip baik dari para wali santri maupun pemerintah setempat.

Meskipun saat ini masih menempati teras masjid yang sudah tersedia, optimisme dan berbagai upaya terus dijalankan dengan harapan memiliki gedung tersendiri, sehingga dalam pelaksanaan belajar mengajar lebih leluasa dan memenuhi syarat.

“Alhamdulillah, berkat dukungan semua pihak, gagasan kami bisa terwujud, dan kami akan terus berupaya maksimal, sehingga memiliki gedung yang layak,” Ujar Muhammad Muhaimin.

Ketua divisi pendidikan dan pengembangan pendidikan, Sholikhudin, menyampaikan, selama ini pihak pemerintah desa Mranggen melalui kepala desanya sangat peduli dan .berikan kontribusi positip terhadap dunia pendidikan Islam yang ada, tentunya hal ini menjadikan support yang dapat lebih optimal dalam melaksanakan proses belajar mengajar.

Beberapa wali santri menyampaikan apresiasi atas upaya dari pihak TPQ yang tidak mengenal lelah untk mengembangkan pendidikan agama didesa tersebut, dengan demikian setiap anak didesa tersebut dapat mengenyam pendidikan agama sebagai pondamental dan merupakan bekal meningkatkan keimanan juga untuk menghadapi perkembangan teknologi yang membanjiri jiwa mereka.

Disaat pandemi Covid sekarang ini, pembelajaran tatap muka sudah dijalankan, akan tetapi para santri diawasi dengan ketat dan menerapkan protokol kesehatan, dengan memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan dengan sabun atau menggunakan sanitizer( Sum)