PLN Pastikan Listrik untuk Industri dan Tambang di Kalimantan Cukup

0
24

KALBAR – PLN memiliki daya mampu listrik sekitar 634,2 MW di Kalimantan Barat hingga akhir Mei 2021. Sementara beban puncak konsumsi listrik di wilayah ini hanya 412,8 MW.

PT PLN menyatakan memiliki kecukupan dan ketersediaan daya listrik yang andal saat ini. Oleh karena itu, perusahaan setrum pelat merah ini siap mendukung pertumbuhan usaha pelaku bisnis, industri, dan investasi pertambangan di Kalimantan.

Direktur Bisnis Regional Sumatera dan Kalimantan, Muhammad Iqbal Nur mengatakan sistem kelistrikan di Kalimantan cukup andal. Cadangan listrik (reserve margin) yang dimiliki oleh PLN mampu mendorong pertumbuhan perekonomian masing-masing daerah.

Untuk sistem kelistrikan Khatulistiwa yang melayani Provinsi Kalimantan Barat, PLN memiliki daya mampu sekitar 634,2 MW hingga akhir Mei 2021. Sementara beban puncak konsumsi listrik tertinggi di wilayah tersebut hanya 412,8 MW.

Kemudian untuk sistem interkoneksi yang melayani Provinsi Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Tengah, memiliki daya mampu sebesar 1.578,3 MW. Dengan beban puncak tertinggi sebesar 1.265,497 MW. Adapun sistem interkoneksi ketiga provinsi tersebut memiliki cadangan daya sebesar 312,813 MW.

“Dengan reserve margin sebesar 221,4 MW, atau sekitar 35% dari daya mampu di sistem kelistrikan Khatulistiwa, PLN siap mendorong pertumbuhan ekonomi di Kalbar selama permintaan tetap ada,” kata Iqbal dalam keterangan tertulis, sebagaimana dikutip dari Katadata

Iqbal menyebut masih banyak potensi pertumbuhan ekonomi di Kalimantan Barat yang bisa didorong. Jika kondisi kelistrikan andal maka Kalimantan Barat dapat semakin meningkatkan perekonomian masyarakat.

Direktur Niaga dan Manajemen Pelanggan PT PLN, Bob Saril mengatakan Kalimantan memiliki potensi alam luar biasa. PLN pun akan siap mendukung para pelaku usaha agriculture, perikanan, perkebunan, dan juga industri pertambangan.

Dia berharap, keberadaan PLN dapat memberikan banyak manfaat bagi masyarakat, membantu meningkatkan kualitas hidup serta perekonomian masyarakat. Namun, untuk bisa memberikan pelayanan terbaik, PLN juga membutuhkan dukungan stakeholder khususnya pemerintah daerah.

“Kami siap berkomunikasi dengan para pelanggan dan calon pelanggan untuk meningkatkan ekonomi di Kalimantan,” kata Bob Saril.

Sementara Gubernur Kalbar, Sutarmidji, mengatakan Kalbar memiliki sumber daya alam yang cukup besar. Beberapa industri pertambangan juga mulai tumbuh di wilayah tersebut. Di samping itu, Kalbar memiliki pelabuhan laut internasional yang akan berkembang menjadi kawasan industri yang pastinya membutuhkan energi listrik dalam jumlah yang besar.

“Saya berharap, smelter-smelter yang akan dibangun di Kalbar sepenuhnya menggunakan listrik dari PLN,” kata Sutarmidji.

Dia berharap PLN terus berupaya melistriki desa-desa yang belum berlistrik. Karena ada banyak desa yang memiliki potensi pengembangan ekonomi masyarakat, seperti sektor pertanian dan perkebunan, serta para pelaku UMKM.

“Untuk menggerakkan usaha pengolahan bahan mentah menjadi bahan jadi tentunya dibutuhkan energi listrik, terutama menggerakkan mesin produksi. Saya berharap PLN dapat terus meningkatkan mutu layanannya,” kata Sutarmidji.