Para Pengusaha Jasa Kolam Renang Menjerit Imbas PPKM Darurat

0
42

CIMAHI – Penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat yang dilaksanakan di seluruh wilayah RI menyisakan banyak masalah yang dihadapi oleh semua lapisan masyarakat. Mulai dari kalangan masyakat menengah ke atas hingga yang lebih miris lagi dari golongan masyarat menengah ke bawah.

Meski maksud dan tujuan pemerintah dengan diadakannya PPKM Darurat tentu saja atas dasar kepedulian yang tinggi kepada rakyatnya, dikarenakan makin meningkatnya jumlah masyarakat yang terjangkit Covid 19. Namun rupanya diduga pemerintah kurang memperhitungkan efek yang timbul ketika PPDB Darurat ini dilaksanakan, mulai dari berkurangnya pendapatan, bahkan tidak sedikit yang tidak mendapatkan penghasilan sama sekali.

Sudah banyak keluhan yang terlontar dari masyarakat, baik masyarakat kalangan menengah keatas apalagi masyarakat kalangan menengah kebawah banyak yang menjerit.

Salah satu sektor yang terkena imbas cukup telak dengan adanya Pandemi Covid 19 serta penerapan PPKM Darurat adalah para pengusaha jasa Kolam Renang.

Betapa tidak! Semua kolam renang yang ada di wilayah Kota Cimahi otomatis tidak boleh beroperasi seperti biasanya, dikarenakan terjadi Cluster baru penyebaran Covid 19. Alhasil penghasilan tidak ada sama sekali.

Hal ini dikeluhkan hampir semua pengusaha jada kolam renang, tak terkecuali pengusaha sekaligus pemilik K
Kolam renang Cempaka Kamarung saat ditemui disela-sela aktifitasnya di Kolam Renang Cempaka sekaligus sebagai Rumah kediamannya, Rully Sujana mengungkapkan situasi yang terjadi semenjak kolam renang sebagai mata pencahariannya ditutup.

“Dampak meningkatnya masyakat yang terkena Covid 19 juga diterapkannya PPKM darurat ini adalah penghasilan atau sumber pemasukan sudah pasti tidak ada termasuk juga pemasukan untuk pegawai hilang. Di kolam renang Cempaka ini ada 12 orang pegawai yang bekerja. Dulu walaupun dalam keadaan Pandemi sebelum PPKM diberlakukan perusahaan masih bisa menggaji dan membayar biaya operasional. Namun saat ini seperti dapat anda lihat kolam renang tidak ada pengunjung seorangpun karena ditutup,” keluh Rully.

Ditambahkannya, jika PPKM yang sekarang ini kabarnya akan diperpanjang selama 6 minggu tentu sangat memberatkan dirinya sebagai pengelola jasa kolam renang karena jelas tidak ada pemasukan sementara pengeluaran sudah barang tentu ada.

“Semoga ada dispensasi jika kebijakan perpanjangan PPKM darurat selama 6 minggu dilaksanakan,” harap Rully.

Saat ditanyakan harapan Rully dengan adanya rencana perpanjangan PPKM selama 6 minggu, Rully menjawab, jika benar wacana perpanjangan PPKM darurat selama 6 minggu dilaksanakan adalah semoga pemerintah mengeluarkan insentif atau dana taktis selama menghadapi PPKM 4 sampai 6 minggu seperti yang direncanakan oleh pemerintah.

“Selama ini kami mengalami kerugian mencapai 30 juta dalam kurun waktu 3 bulan ini. Harapan saya dengan kerugian perbulannya sekitar 10 jutaan idealnya kami mendapatkan bantuan insentif 5 juta tiap bulannya agar para pegawai mendapatkan gajinya walaupun jauh dari yang semestinya,” pungkas Rully.

Reporter: : Achmad S.