DPRD Barut Gelar RDP Pendistribusian LPG 3 Kg Perlu Pengawasan Pemerintah

0
73

BARITO UTARA-Dewan Perwakilan Rakyat Daerah(DPRD)Barito Utara, menggelar Rapat Dengar Pendapat(RDP)mengenai Harga Eceran Tertinggi(HET)Gas LPG 3 kilogram,telah dilangsungkan pada ruang rapat DPRD,Senin(2/8/2021)

Rapat yang telah dipimpin Wakil Ketua I DPRD Barito Utara,Parmana Setiawan,ST didampingi oleh tujuh anggota Dewan dari masing-masing Fraksi,dihadiri Asisten I Sekda,Kadis perdagangan dan Perindustrian,Kasat Reskrim Polres Barito Utara.

Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Barito Utara,Drs.H.Hajranoor menyebutkan,bahwa perhitungan Kuota Barito Utara untuk tahun 2021 adalah 2203 mt,jadi 2203 mt = 2.203.000 kg.

Bila diisi ke tabung LPG 3 kg = 734.333 tabung pertahun.jadi dalam 1 bulan = 61.195 tabung(perhitungan SPBE 1 bulan harganya 25 kali pengiriman)hingga dalam 1 hari yang beredar = 2.448 tabung.Dengan perhitungan kasar 4 truk mendapatkan jatah 560 tabung kali 4 = 2.240 tabung dan 1 truk mendapatkan 208 tabung dalam satu hari ada 4 truk”ungkap Hajranoor.

Jadi sebenarnaya agen itu menebus di SPBE Pertamina rp.11.550,dijual kembali dipangkalan hanya rp.12.750.Sehingga agen itu mendapat keuntungan 1.200 dalam satu tabung LPG 3 kg,”jelas Disdagrin. 

Asisten I Sekda Bidang Perekonomian dan Pembangunan,DR.Ir.H.Rakhmat Muratni.MP mengatakan,dalam hal  distribusi LPG 3 kg bersubsidi kita sepakati,bahwa perlu percepatan penyusunan tim pengawas LPG.Kemudian kita perlu juga menggalakan uasaha di tingkat Desa(Bumdes)yang berhubungan dengan LPG.

Selanjutnya kita akan meningkatkan pengawasan dan penertiban,terhadap distribusi LPG 3 kg bersubsidi mulai dari agen.Kemudian kita turun sampai ke pengecer dibawah agen,”kata Rakhmat.

Pada intinya akan dilakukan pengawasan terhadap distribusi LPG,sehingga masyarakat kita,yang berekonomi lemah dan juga pengusaha mikro,akan menikmati subsidi dari pemerintah,”jelas Asisten I.

Saat rapat telah berlangsung.Kapolres Barito Utara.AKBP.Dodo Hendro Kusuma,SIK melalui Kasat Reskrim,AKP.M.Tommy Palayukan,menyampaikan kami dari Kepolisian khususnya Reskrim Polres Barut.Terkait pengawasan tabung LPG 3 kg,kami selalu siap membantu Pemerintah daerah Barito Utara,untuk menertibkan LPG di wilayah ini agar tidak terjadi lonjakan harga yang signifikan,memang kita mendengar dan melihat dibeberapa tempat ini harga masih berbeda-beda.

“Dalam forum ini,kata Kasat Reskrim,hari ini kita masih mengumpulkan persepsi diruang rapat DPRD.Terkait persamaan persepsi antara institusi untuk sementara ini,penindakan yang kami lakukan masih tahap tindakan freventif.

Memberikan sosialisasi kepada para agen dan pangkalan,untuk selalu aktif dalam hal kebutuhan warga Barito Utara,tidak untuk Provinsi lain,”tegas kasat Reskrim. 

Saat RDP dilangsungkan Wakil Ketua I DPRD Barito Utara.Parmana Setiawan,ST menjelaskan,salah satu metode yang dilakukan nantinya yaitu penyaluran LPG 3 kg dilakukan tertutup alias terbatas,sehingga tepat sasaran yang diharapkan.Warga yang termasuk kategory rumah tangga miskin dan pelaku usaha kecil menengah, yang boleh membeli serta memegang kartu khusus.

“Biar lebih dipahami semua Warga Muara Teweh bahwa,maksud penyaluran tertutup atau terbatas LPG 3 kg tidak lagi diperjualbelikan secara terbuka atau komersil seperti sekarang ini.Hanya orang yang memiliki kartu khusus saja yang bisa membeli,”kata Parmana Setiawan.  (SS).