PT. Sung Hyun Dianggap Plin Plan, Keluarga Korban Meninggal Tunjuk Pengacara

0
281

PASURUAN, Keluarga besar almarhum Nur Saadah warga Dusun Pajejeran, Desa Gununggangsir, Kecamatan Beji, Kabupaten Pasuruan, yang meninggal akibat kalalaian serta kecerobohan perusahaan akhirnya menunjuk pengacara.

Hal ini dilakukan karena keluarga besar almarhum dibuat kecewa karena menganggap PT. Sung Hyun plin plan serta tidak bertanggung jawab atas kematian Nur Saadah (34thn).

Perlu diketahui bahwasanya telah terjadi kelalaian serta kecerobohan yang dilakukan oleh manajemen PT. Sung Hyun yang mengakibatkan salah satu karyawan mereka meninggal dunia.

Baik manajemen PT. Sung Hyun maupun kelurga korban telah bertemu dan dilakukan mediasi untuk memberikan hak-hak almarhum, akan tetapi keluarga korban di buat kecewa dan murka lantaran perusahaan dianggap plin plan dan seakan-akan lepas tanggung jawab.

Tidak adanya itikad baik dari PT. Sung Hyun membulatkan tekad keluarga besar korban untuk membawa kasus ini ke ranah hukum serta menunjuk salah satu pengacara kondang Aris Jayadi SH. untuk meminta keadilan serta meminta hak yang harus diberikan kepada almarhum.

Bertempat di kantor Jayashankar and Partner di jalan raya Pandaan-Prigen, pada Hari Kamis (05/08/21) Sabichis suami dari almarhuma Nur Saadah berkonsultasi sekaligus secara resmi meminta bantuan hukum kepada Aris Jayadi SH.

Kedatangan Sabichis sendiri tampak diterima dengan baik oleh Aris Jayadi,. SH, selaku pimpinan Jayashankar and Partner yang di dampingi juga oleh Basuki Widodo, SH., MH.
Yanuar Ade, SH. Saiful Agung, SH.

“Kami akan bantu semaksimal mungkin agar hak-hak dari almarhum Nur Saadah di penuhi oleh perusahaan,” ujar Aris Jayadi,.SH.

Basuki Widodo yang juga diketahui sebagai ketua serikat SPSI Kabupaten Pasuruan menyampaikan “ini masuk dalam kecelakaan kerja tapi dilihat dari penyebabnya ada unsur kelalaian dr pihak menejemen yaitu dalam kondisi karyawati tersebut sakit yg tidak memungkinkan dibawa menggunakan kendaraan roda 2 namun tetap dipaksakan,” papar Basuki.

“Akibat terjadi kecelakaan yg menyebabkan cidera dikepala sehingga karyawati tersebut meninggal dunia, hak-hak normatif karyawati tersebut jg blm diberikan, kita nanti menempuh jalur hukum terkait kelalaian perusahaan dan untuk hak-hak normatifnya kita komunikasikan dengan melibatkan dinas ketenaga kerjaan Kabupaten Pasuruan,” lanjut Basuki Widodo,. SH.

Sementara itu, Sabichis saat dikonfirmasi awak media menyampaikan “Saya sudah menunjuk saudara Aris Jayadi SH. untuk menanganinya, saya serahkan sepenuhnya kepada beliau,” ujar Sabichis. (por)