Pemkab Pasuruan Diduga “Korbankan” Warga Sekitaran DAS Wrati Beji

693 0

PASURUAN – Polemik pembuangan limbah oleh beberapa perusahaan yang bandel dengan warga masyarakat yang di buang ke aliran sungai di Kabupaten Pasuruan seakan-akan tiada solusi.

Kian menjamurnya serta banyaknya perusahaan yang membuang limbah ke aliran sungai yang tidak sesuai dengan baku mutu pembuangan limbah seakan-akan ada pembiaran tanpa adanya solusi ataupun kebijakan yang “maslahat” bagi warga masyarakat sekitaran Daerah Aliran Sungai ( DAS ).

Kembali mencuatnya isu pembuangan limbah yang diduga tidak sesuai baku mutu terjadi kembali di DAS Wrati Beji yang diketahui menjadi aliran pembuangan limbah beberapa perusahaan yang berada di wilayah Kecamatan Beji Kabupaten Pasuruan.

Menanggapi aduan serta temuan masyarakat di sekitaran DAS Wrati beji yang resah akan bau limbah dari beberapa perusahaan di wilayah Kecamatan Beji membuat Ketua DAS Wrati merapatkan barisan dengan menggelar rapat mendadak pada Hari Jumat ( 13/08/21 ) malam hari untuk menyikapi hal tersebut.

Untuk sekedar diketahui, DAS Wrati Beji merupakan gabungan dari warga terdampak dari limbah perusahaan, yakni Desa Cangkringmalang, Desa Kedungringin dan Desa Kedungboto, Kecamatan Beji, Kabupaten Pasuruan.

Bertempat di Djaja Coffe yang bertempat di jalan raya Desa Legok Gempol, dengan menghadirkan politisi sekaligus anggota komisi 3 dari fraksi PDI-P H. Arifin, Tomas, Toga, serta beberapa masyarakat sekitar DAS Wrati untuk mengambil untuk menyerap serta berkonsolidasi terkait kembali adanya pembuangan limbah berbau serta tidak sesuai dengan baku mutu tersebut.

Dalam sambutannya H. Arifin menyampaikan “persoalan limbah khususnya di wilayah Kecamatan Beji ini sudah berlarut-larut tanpa solusi berarti, saya selaku anggota Dewan tetap akan mengawal aspirasi warga terdampak di sekitaran DAS Wrati untuk saya laporkan pada pimpinan komisi saya,” ujar H. Arifin.

“Saya juga kaget dengan adanya video yang di share di komisi 3 bahwasanya ada pembuangan limbah yang diduga tidak sesuai baku mutu tersebut,” lanjut H. Arifin.

Tokoh masyarakat Viky Aryanto yang biasa di panggil Demang disela-sela acara menyampaikan “masyarakat sekitaran DAS Wrati sudah tersiksa selama bertahun-tahun dari bau pembuangan limbah dari beberapa perusahaan di wilayah Beji, kami berharap ada kemaslahatan untuk semua warga Kabupaten Pasuruan tak terkecuali warga sekitaran DAS Wrati,” papar Viky.

Sementara itu, ketua DAS Wrati Beji Hendri Londo dalam sambutannya menyampaikan “DAS Wrati akan berkirim surat pada Hari Senin esok pada Muspika Kecamatan Beji untuk memanggil semua perusahaan di wilayah Kecamatan beji,” ujar pria berkepala plontos tersebut.

“Harapan kami dari DAS Wrati agar semua perusahaan patuh serta tunduk akan aturan dengan tidak membuang limbah yang tidak sesuai dengan baku mutu ke aliran sungai khususnya di aliran sungai Wrati,” harap Londo. (por)

Related Post