Pesan Leluhur Kepada Anak Cucu

0
82

Oleh :Abdullah Murdiono

Dulu pernah mewabah di wilayah Bugis. Leluhur kita berhasil melewatinya. Ada petuah yang kemudian dititip ke anak cucunya.
Narekko polei sai’e; atikeriwi nennia uraiwi alemu (Ketika wabah merajalela; waspada, jaga jarak dan obati dirimu)

Apa makna yang tersirat dan tersurat dari pesan leluhur kita yang tersebut di atas, untuk bisa kita implementasikan dalam situasi sekarang ini.

Masya Allah, makna “ATIKERIWI ALEMU/waspada/jaga jarak”, sadar atau tidak sadar ternyata leluhur kita sudah mengenal “Social Distancing dan Physical Distancing” dalam mengantisipasi dan mencegah wabah penyakit.

Maka sudah sepatuhnya kita berbangga menjaga nilai-nilai kearifan lokal ini, mengimplementasikan dengan nyata untuk memutus penyebaran virus Covid 19 ini.

Sedangkan makna “URAIWI ALEMU/obati dirimu”, seiring dengan pribahasa “mencegah lebih baik dari pada mengobati”, melakukan langkah preventif jauh lebih baik untuk tetap sehat dengan tetap konsisten menjaga kebersihan. Ya, kebersihan sebagian dari iman itulah identitas orang yang beriman. Yang paling utama adalah, harus memperhatikan dan menjaga obat karunia Ilahi yang ada di dalam tubuhnya, yaitu antibodi atau imunitas tubuh yang akan menjaga pertahanan tubuh dari berbagai serangan virus.

Berdasarkan rujukan dari beberapa sumber, ada beberapa upaya untuk meningkatkan dan menjaga imunitas tubuh kita sebagai berikut:

  1. Ciptakan pola pikir yang sehat dengan suasana batin kita untuk selalu tetap enjoy, fun dan tidak stres. Suasana rileks akan mampu meningkatkan imunitas tubuh kita.
  2. Biasakan pola makan kita dengan asupan gizi yang seimbang. Makanan bergizi dan sehat itu tidak harus mahal. Konsumsi sayur daun Kelor, minum jus jambu, minuman hangat dari jahe, temulawak, kunyit dan suplemen vitamin C serta minum herbal Sunnah seperti HABBATUSSAUDAH, Madu, Minyak Zaitun dan Kurma. Semuanya itu sangat membantu dalam meningkatkan dan menjaga imunitas tubuh kita.
  3. Istiqomah menjaga pola ibadah dan melakukan amalan-amalan kebaikan lainnya, seperti menjaga salat rawatib, tahajud, dhuha, istiqfar, bersedekah, mengaji dan memperbanyak doa khususnya lebih sering mengucapkan doa nabi Yunus ketika berada dalam perut ikan.
  4. Jaga pola raga, biasakan melakukan olah raga ringan secara rutin disertai berjemur sinar matahari jam 10 pagi. Dengan berolah raga dan berjemur akan merangsang meningkatkan imunitas tubuh kita.
  5. Selalu berbaik sangka terhadap masalah dan musibah yang kita alami. Wabah virus Covid-19 adalah ujian bagi hamba Allah SWT yang beriman. Ada hihmah yang maha dahsyat dicurahkan kepada hambanya yang tetap Istiqomah bertaqwa kepadaNya. Allah SWT yang menurunkan virus Covid-19 ini ke dunia dan Allah SWT jualah yang akan mengangkatnya.

Kesimpulannya; untuk mencegah dan memutus mata rantai virus Covid-19 ini lakukan 3J: Jaga Iman, Jaga Imun dan Jaga jarak Aman, serta taati imbauan pemerintah dan Fatwa MUI No. 14. Insya Allah, optimis, semoga virus Covid-19 segera berlalu, mari menyambut bulan suci Ramadan 1441 H dengan hati yang bergembira tanpa corona “Marhaban ya Ramadhan”. Aamiin…