Rumah Sakit Terkemuka di Kota Bandung Diduga Lakukan Pemotongan Insentif Nakes

0
7081

BANDUNG – Keberadaan relawan nakes (tenaga kesehatan) dalam menangani pasien Covid 19 memang menjadi kebutuhan darurat pada setiap Rumah Sakit, baik milik pemerintah maupun Swasta.

Namun sangat disayangkan jika keberadaan para Nakes, yang berada di salah satu rumah sakit swasta terkemuka di Bandung kini menjadi perbincangan oleh para tenaga kesehatan di lingkungan Rumah Sakit tersebut.

Beredar kabar, jika di Rumah Sakit tersebut terjadi pemotongan insentif tenaga kesehatan, yang diduga dilakukan oleh pihak Rumah Sakit Edelweis.

Pemotongan insentif kisaran 20 hingga 40 persen terhadap dilakuakan pada hak relawan nakes yang bertugas di Rumah Sakit Eldelweis.

Tak hanya pemotongan insentif, juga beredar kabar bahwa ada beberapa karyawan termasuk tenaga kesehatan yang hingga saat ini belum menerima honor.

Bahkan sempat beredar kabar bahwa buku tabungan para nakes dipegang oleh pihak managemen Rumah Sakit Edelweis.

Informasi pemotongan juga belum terbayarkannya honorarium karyawan dan relawan tenaga kesehatan Covid 19, didapat dari salah satu tenaga relawan yang berinisial A.

A menuturkan, jika
direktur Rumah Dakit Edelweis Bandung pada saat Zoom mengatakan, mengapa rekan- rekan nakes seolah tidak percaya sama pihak rumah sakit.

Ucapnya salah satu petinggi Rumahsakit Edelweis. Selain mengatakan demikian, pihak rumah sakitpun melanjutkan dengan mengatakan,

“Boleh ngak kita potong! agar segera bisa kita cairkan. itupun kalau mau, jika tidakpun ya tidak akan bisa dicairkan..” ujar A menirukan ucapan direksi Rumah Sakit, Sabtu (28/09/2021).

Sebelumnya karyawan juga relawan mendapat telah mendapatkan pencairan intensif sebesar 7 hingga 5 ratus ribu rupiah plus gaji pokok.

Sementara Dokter yang dijanjikan 10 juta hanya mendapat 6.5 jt sampai 8 juta.

“Sebelumnya pembayaran honor full tdk ada potongan namun untuk periode januari sampai april ada pemotongan sebesar 20 sampai 40 persen” ujarnya.

Berdasarkan keterangan yang disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Kota Bandung melalui sambungan telepon, Ahyani Raksanagara menyampaikan bahwa insentif bagi tenaga kesehatan dibayarkan harus sesuai aturan yang berlaku juga tidak boleh ada potongan.

Sampai berita ini diturunkan pihak rumah sakit belum berhasil dikonfirmasi oleh wartawan. (Achmad Edison Syafei)