Di Saat Market Dan Ekonomi Sedang Lesu, Pekerja Harus Mampu Berinovasi Dan Beradaptasi Dengan Keadaan

0
88

MATARAM — Ketua Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Yustinus Habur meminta pekerja beradaptasi. Pandemi yang masih berdampak pada perusahaan belum dapat tertangani maksimal. Bukan tidak mungkin ancaman PHK lebih besar terjadi 2022 mendatang. ”Perusahaan kan gak jalan, dari mana dapat uang untuk menggaji karyawan,” ujarnya, (5/9).

Menurutnya, perusahaan sejatinya masih akan bertahan mempekerjakan karyawan. Sebab PHK hanya akan membuat mereka terbebani kewajiban membayarkan pesangon. Pola yang digunakan, efisiensi karyawan pada step pertama hanya mengorbankan pekerja sambilan atau freelancer. Jika keadaan belum membaik, pegawai kontraklah yang harus dikorbankan. Untuk karyawan tetap, merumahkan mereka adalah pilihan terbaik.

Untuk itu, selama masa dirumahkan, pihaknya meminta para pekerja terus berinovasi. Guna mempertahankan pemasukan selama terdampak pandemi. ”Mau tidak mau pekerja harus inovasi, karena semua serba sulit saat ini,” katanya.

Money Amulet
Menjadi pengusaha mandiri, memanfaatkan skill yang dimiliki, hingga mengajukan bantuan pembiayaan di perbankan menjadi sarannya untuk pekerja menghadapi kemungkinan terburuk tahun depan. ”Memanfaatkan keahlian adalah upaya adaptasi terbaik,” katanya.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi NTB I Gede Putu Aryadi meminta para pencari kerja memanfaatkan kartu prakerja. Fasilitas itu disediakan pemerintah bagi para pencari kerja, korban PHK, eks PMI, dan pekerja yang ingin meningkatkan skillnya. Dengan syarat bahwa peserta tersebut belum pernah menerima fasilitas bantuan sosial lainnya. Program kartu prakerja ini menyediakan fasilitas bantuan Rp 3,4 juta kepada setiap peserta. Terdiri dari Rp 1 juta wajib digunakan untuk membayar biaya pelatihan keterampilan. Serta Rp 600 ribu selama empat bulan. Sehingga total dana insentif yang diterima sebesar Rp 2,4 juta.

”Kabupaten kota juga bisa lebih gencar sosialisasi, desiminasi, dan mobilisasi supaya masyarakat banyak yang bisa ikut mendaftar,” katanya.

Dana insentif yang telah disalurkan langsung ke peserta kartu prakerja di NTB tahun 2020 mencapai lebih dari Rp 264 miliar. Sementara capaian kartu pra kerja NTB 2021 batch 12-17 55.260 orang.

”Kalkulasi jumlah dana insentif untuk penerima manfaat sebanyak itu mencapai angka Rp 133 milyar lebih dan berpotensi bertambah,” Tutup nya. (DHW/robhin)