Meski Diundang Resmi, Tak Satupun Perwakilan Dinas Pendidikan Hadiri Pengukuhan Cimahi Aksara Buhun

0
273

CIMAHI – Acara pengukuhan Komunitas Cimahi Aksara Buhun (CAB) yang dilaksanakan pada Kamis (09/09/2021) lalu berlangsung sederhana.

Keberadaaan Komunitas Cimahi Aksara Buhun (C.A.B.) yang diketuai oleh Kang Achmad Syafei, merupakan sebuah jawaban guna melestarikan sejarah Kesundaan, yang fokus terhadap nilai-nilai kearifan, lokal yang terkandung dalam Aksara Buhun/Kuno.

Pada gelaran tersebut, hadir kepala bidang Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Cimahi, Nur Sholeh, yang mewakili Plt. Walikota Cimahi Ngatiyana serta Kepala Disbudparpora.

Tampak juga dalam acara tersebut, perwakilan Komunitas Aksara Lokal yang turut memberikan dukungan datang.

Lebih spesial, tamu istimewa juga menghadiri acara di sekretariat CAB itu,
yakni Kasepuhan Aditya Alamsyah (Abah Alam) dari Kawargian Abah Alam bersama Mang Ujang Laip (Gentra Pamitran)Tokoh aksara buhun Kota Cimahi yang merupakan pupuhu penggiat Aksara sunda Buhun, serta Ketua Dewan Kebudayaan Kota Cimahi (DKKC) Kang Hermana Hmt.

Dalam sambutannya Nur Sholeh menyampaikan jika keberadaan Komunitas CAB berorientasi untuk menggali serta memelihara sejarah aksara yang syarat dengan nilai keluhuran budaya sunda. Terlebih lagi sejarah keberadaannl Kota Cimahi yang bisa digali lebih mendalam, agar diketahui oleh masyarakat.

“Komunitas (CAB) ini memiliki orientasi untuk menggali potensi sejarah Aksara, terlebih dengan sejarah keberadaannya Kota Cimahi,” tutur Nur Sholeh.

Lanjut Nur Sholeh, saat ini pemerintah Kota Cimahi sedang mengupayakan Pariwisata Lokal yang berkaitan dengan basis ekonomi wisata, seperti pasar budaya Legok Awi yang lokasinya tidak berjauhan dengan Padepokan Haur Wulung yang sama berlokasi di Cimahi Utara.

Sementara itu, Ketua Dewan Kebudayaan Kota Cimahi (DKKC) Kang Hermana Hmt menegaskan, bahwa keberadaan CAB bisa untuk menggali sekaligus mengembangkan Manuskrip Candra Sangkala tentang Kota Cimahi.

Hermana berharap CAB dan DKKC bersinergi untuk membangun bersama.

“Kita hadir tidak dari batu, namun memiliki sejarah panjang. Oleh karenanya, Cimahi memiliki sejarah bahkan sebelum keberadaan Belanda,” papar Hermana.

Di sesi penutupan, Abah Alam (Aditya Alamsyah) menyampaikan untuk tidak melupakan sosok budayawan lokal seperti mang Ujang Laip. ‘Pituin Cimahi’ yang berdedikasi tinggi meneliti serta mengembangkan Aksara Buhun.

Tepat rasanya jika Ujang Laip, didorong masuk sebagai sang maestro bertalenta budaya lokal.

Dukungan Komunitas CAB digelar sederhana dengan alunan tarawangsa juga Seni Gemyung yang dipersembahkan oleh Padepokan Haur Wulung Citeureup pimpinan Ustadz Rizal yang beralamat di RT 07-RW 05 kelurahan Citeureup Kecamatan Cimahi Utara Kota Cimahi.

Namun dibalik kehangatan acara tesebut, beberapa pihak menyayangkan ketidakhadiran dari perwakilan Dinas Pendidikan, meski telah diundang secara formal.

“Padahal keberadaan komunitas ini sangat erat hubungannya, antara Aksara Buhun dengan Pendidikan, seperti termaktub dalam UU no. 5 tahun 2007 dan Perda Kota Cimahi no. 9 tahun 2018 tentang Pemajuan Kebudayaan Lokal,” terang Syafei selaku ketua komunitas. (AS)