HomeJawa BaratBudidaya Magot, MemupukKreatifitas dan Tanggung Jawab Para Pemuda Rw 02 Kelurahan Cimahi

Budidaya Magot, Memupuk
Kreatifitas dan Tanggung Jawab Para Pemuda Rw 02 Kelurahan Cimahi

CIMAHI –
Magot merupakan larva dari lalat khususnya Lalat Black Soldier Fly dengan bentuk yang lebih panjang dari lalat biasa, magot biasa ditemui pada barang-barang yang sudah membusuk seperti bangkai, buah-buahan atau sayuran.

Dinas Lingkungan Hidup Kota Cimahi bekerja sama dengan pihak RW 02 khususnya Karang Taruna Kelurahan Cimahi Kecamatan Cimahi tengah, mencoba melakukan budi daya magot,
bertempat di bekas pengolahan Air yang sudah tidak berfungsi Milik Pemkot Cimahi yang berada di RT 08-RW 02 Kelurahan Cimahi, Para pemuda yang di Komandoi oleh Ketua Karang Taruna RW 02 juga Tokoh Pemuda Kang Nunu mulai membudidayakan Magot, (22, September 2021).

Budidaya Magot ternyata memiliki beberapa keuntungan diantaranya yakni mengurangi sampah juga bila ditekuni maka akan menghasilkan pendapatan jutaan rupiah tiap bulannya.

Advertisement

Berangkat dari hal tersebut Karang taruna RW 02 yabg bekerja sama dengan Dinas Lingkungan Hidup Pemkot Cimahi mulai membudidayakan Magot.

Ditemui ditempat pembudidayaan magot RT 08-RW 02 Awak media berhasil mewawancarai Nunu dan Kiki terkait Budidaya Magot ini.

Raden Wisnu Pribadi yang lebih akrab di sapa Nunu menuturkan ihkwal budidaya magot di wilayah RW 02 Kelurahan Cimahi.

Alhamdulillah saya diberikan tanggung jawab untuk budidaya Magot ini dibawah Bimbingan Pihak Dinas Lingkungan Hidup Kota Cimahi, saya bersama rekan-rekan pemuda yang lainnya mulai mengembangkan budidaya magot awalnya baru 20 Kg semoga kedepan bisa berkembang sehingga bisa menghasilkan pendapatan, saya mulai mrmbiasakan bangun pagi untuk membudidayakan magot ini, yang tadinya selalu bangun siang, artinya ada perubahan positip setelah saya diberi tanggung jawab membudidayakan magot ini.Kami membentuk tim monitoring yang diketuai oleh saya sendiri yang didalamnya ada Kang Ade, Hadi, Mang Atik, Bili dan Kang Toni, ujarnya.

Untuk awal budidaya kami menunggu sekitar 2 bulan sampai bisa memanen magot ini,Untuk budidaya magot ini selain Larvanya juga telurnya pun bisa dijual ke pasaran.Tutur Raden Wisnu Pribadi alias Nunu kepada Wartawan.

Sementara di tempat yang Sama, rekan kerja Nunu yakni Kiki, mengharapkan
hal ini bisa merangsang generasi muda mau berpartisipasi dalam budidaya magot ini, bahkan berharap bududaya magot ini bisa dikembangkan di setiap RT yang ada di wilayah RW 02 Kelurahan Cimahi.

Karena saya fikir ini baru tahap awal dan semoga kedepannya bisa berkembang di setiap RT, Ungkap Kiki kepada awak media.

Ditempat lain Kepala Seksi Peningkatan Kapasitas Lingkunganqwas Hidup pada Dinas lingkungan Hidup Kota Cimahi,Ervin Siahaan saat dihubungi Awak media melalui Aplikasi WA menjelaskan,
“Dalam budidaya magot ini, jika melihat hasil dari pengolahan sampah organik dengan budidaya magot, pasti banyak yang tertarik namun kalau melihat prosesnya tidak sedikit yang menyerah, karena dalam pengelolaan budidaya magot dibutuhkan orang yang telaren,rapih disertai pencatatan yang baik.Untuk meminimalisir kita hanya memotivasi akan tetapi kembali lagi kepada personalnya, jika itu memang sudah karakter memng sulit untuk mengubahnya.”Tegas Kepala Seksi Peningkatan Kapasitas Lingkungan Hidup, Ervin melalui aplikasi WA. (AES)

RELATED ARTICLES

Most Popular