Mantan Walikota Malang (Abah Anton), Membuka Usaha KAFE DURIAN

4179 0

MALANG – Lama tidak ada kabarnya, mantan Wali Kota Malang H. Moch Anton ternyata menggeluti bisnis baru di bidang kuliner. Sejak beberapa waktu lalu, Abah Anton sapaan akrabnya, membuka kafe durian di Desa Petungsewu, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang.

Kafe bernama Abundancio itu berada di tengah kebun durian miliknya. Abah Anton langsung melayani sendiri para penikmat durian. Tidak sedikit dari mereka yang meminta langsung dipilihkan oleh Abah Anton. Plus bonus foto bersama mantan orang nomor satu di Pemkot Malang. Tangan kirinya menggunakan sarung tangan, tangan kanannya memegang pisau untuk membuka durian.

“Ini pasti manis dan dijamin enak duriannya. Silahkan, silahkan,” ujar Abah Anton kepada para pelanggan yang rela antre untuk mendapatkan durian pilihan Abah Anton, Rabu (27/10).

Keberadaan kafe durian itu pun sempat viral di media sosial. Sehingga banyak pecinta durian yang langsung ingin merasakan sensasi makan durian langsung di kebunnya yang seluas 4 hektar itu.

Selain memilih durian yang sudah tersedia, pengunjung yang datang juga bisa langsung memilih durian montong yang ada di pohonnya. Jika sudah matang dan bisa dipetik akan disampaikan kepada para pemesannya. Durian yang dijualnya kisaran harga mulai Rp 50 ribu hingga Rp 150 ribu per buahnya.

Abah Anton menjelaskan, jenis paling disukai adalah durian montong. Tetapi juga ada jenis durian lainnya, seperti durian bawor, durian matahari hingga durian kunir.

“Ya ini karena saya hobby makan durian. Awalnya karena itu sih,” ungkap Abah, saat ditanya alasan membangun kafe yang sekarang populer disebut kafe durian tersebut.

Ia menjelaskan, kafe tersebut baru saja dibangunnya beberapa bulan lalu. Kebun Durian itu sudah dimilikinya sejak 1998 lalu. Saat itu ia menanam bibit durian dari kecil hingga bisa panen pertama 5 tahun kemudian.

Ia tidak pernah menjual hasil kebunnya. Jika panen akan diberikan pada kolega, kawan dan rekan-rekan bisnisnya. Tetapi selama bertahun-tahun jalan, banyak warga datang dan ingin membeli.

“Lama-lama kok banyak datang dan mau beli. Jadi ya sudah kita kembangkan saja, sekalian buat kafenya disini. Dan ternyata animo masyarakat besar sekali. Karena memang durian salah satu buah paling digemari orang Indonesia,” papar Abah Anton.

Ditambahkannya selama kurun waktu seminggu, kebunnya bisa menjual kurang lebih 2.000 buah durian. Akan tetapi durian yang dijual di kafe ini tidak hanya berasal dari hasil kebunnya sendiri. Ia juga menampung hasil-hasil durian dari petani lokal disekitar.

Sekitar 20-an petani durian lokal setiap hari bisa mengantarkan hasil duriannya untuk dijual di kafe durian miliknya.
“Iya petani-petani lokal juga Alhamdulillah bisa kami berdayakan,” Pungkasnya. (Dhw/robhin)

Related Post