LUMAJANG — Salah satu alternatif berkurangnya subsidi pupuk dari pemerintah pusat, Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Dewan Pimpinan Kabupaten Lumajang, bekerja sama dengan Pupuk Organik Cair (POC) “Sari Luhur” dan dinas pertanian Kabupaten Lumajang melakukannya demoplot di beberapa wilayah Kecamatan di Kabupaten Lumajang.
Hari ini, selasa 2 Nopember 2021 dilaksanakan panen tanaman padi di lahan demoplot milik Totok, di desa Tambahrejo Kecamatan Candipuro, di lahan seluas 1 ha dengan varietas sinta nur.
Dari hasil ubinan ukuran 2,5 M X 2,5 M didapatkan hasil sejumlah 4,97 Kg, hal ini dalam satu hektar produksinya mencapai 6,35 ton gabah kering panen.
Totok menceritakan, bahwa pemakaian POC ini menghemat biaya produksi sampai dengan 30 persen, jika dibandingkan dengan pupuk kimia dan pestisida kimia.
Diuraikan, lahan yang dipanen saat ini, keasaman tanahnya mencapai 4,4 dan kandungan C organiknya di bawah 2 persen, dengan demikian banyak keuntungan terhadap petani yang menggunakan pupuk organik, terutama menyangkut kesuburan tanahnya.
Dengan kondisi itu dimana paradikma yang selama ini menjadi polemik di kaum petani terjawab, dikatakan hasil panen yang turun ternyata tidak terbukti, tetai malah terjadi peningkatan hasil panen 1,2 ton dari panen sebelumnya.
Diharapkan juga untuk para petani dapat mengikuti jejaknya bertani dengan pola organik, agar menjaga kesuburan tanah yang akan diwariskan kepada anak cucu kita.
Totok yang juga menjabat sebagai Kaur Pemerintahan desa Penanggal, berujar bahwa pupuk ini bukan hanya menghemat pemakaian pupuk kimia tetapi juga bisa menggantikan pupuk kimia, disamping harganya terjangkau yang terpenting untuk pembeliannya sangat mudah didapatkan.
“Jadi petani punya alternatif pupuk yang murah dan belinya mudah,” Ujar Totok.
Iskhak Subagio SE, selaku Ketua HKTI Lumajang yang hadir dilokasi panen, mengajak kepada par petani untuk tidak ragu dalam menggunakan POC Sari Luhur, karena petani sendiri bisa melihat bukti, sangat bagus serta menguntungkan.
Dalam kesempatan itu juga, Iskhak Subagio, menyatakan bahwa POC ini bukan hanya untuk tanaman padi saja, akan tetapi bisa digunakan untuk tanaman hortikultur maupun tanaman perkebunan.
Dari keterangan beberapa petani hari ini, saat dilakukan panen lombok, dengan pola organik di lahan dusun Siluman Desa Bades kecamatan Pasirian, yang menggunakan POC terjadi penghematan biaya produksi sampai dengan 60 persen, hal ini karena belanja pestisidanya hilang akan tetapi hasilnya tidak jauh beda dengan menggunakan pupuk kimia.
Dengan bukti hasil yang dicapai oleh petani yang menerapkan POC tersebut, akan berupaya menghadirkan petani dari luar wilayah saat acara panen, hal ini dilakukan dengan harapan petani bisa sekolah lapang di lahan petani pengguna POC ini, harapannya terjadi transfer teknologi antar petani.( Red)








