MENOLAK LUPA

409 0

Aktifis HAM di Indonesia bernama Munir Said Thalib, meninggal dunia pada 7 September 2004 lalu, atau kini sudah 17 tahun.

Kasus kematian Munir masih menjadi misteri hingga saat ini, karena masih banyak kejadian yang masih belum terungkap.

Hingga kini setiap tahun, kematian Munir Said Thalib diperingati dalam upaya “MENOLAK LUPA”, Munir dibunuh karena setiap perkataan dan pernyataan yang disampaikan sering ada benarnya.

Walaupun kasus ini beberapa kali dibentuk tim investigasi khusus, tapi hasilnya tidak pernah membuat publik puas.

Seperti diketahui Munir meninggal di dalam pesawat Garuda Indonesia dengan nomor GA-974, tepatnya pada 7 September 2004 di usianya yang ke-39 tahun.

Munir meninggal dalam perjalanan menuju Amsterdam, Belanda, untuk melanjutkan studinya di Universitas Utrecth.

Munir dimakamkan pada 12 September 2004 di TPU Sisir, Batu, Jawa Timur.

Sementara hasil autopsi menunjukkan adanya racun arsenik, dengan dosis arsenik yang ditemukan pada jasad Munir memiliki dosis yang sangat fatal.

Sejumlah fakta dalam persidangan menyebutkan kemungkinan Munir diracun dalam penerbangan Jakarta-Singapura, namun, ada juga kemungkinan Munir diracun saat transit, karena saat itu Munir mulai merasakan sakit di perutnya usai transit.

Kasus kematian Munir ditemukan banyak kejanggalan, yang sampai saat ini masih menjadi pembicaraan hangat di kaum aktifis.

Entah sampai kapan kebenaran hakiki akan terungkap, akan tetapi para aktifis tidak akan tenggelam dengan kejadian tersebut.

Kami hanya bisa berdoa untukmu kawan, perjuanganmu tidak sia – sia, akan kugenggam segala pesan dan idealisme yang kau ajarkan saat di kampus, atau di manapun kau bicara lantang tentang hidup, penghidupan, serta kehidupan demokrasi dan hak asasi**

Related Post

Forkopimda Jatim Gelar Apel Pamor Keris

Posted by - 24 January 2022 0
SURABAYA – Forkopimda Jawa Timur, Senin (24/1/2022) pagi, gelar pasukan patroli motor penegakan protokol kesehatan untuk masyarakat Jawa Timur (Pamor…