Ratusan Sopir Truk Pasir Demo di Depan Bali Desa Jarit

468 0

LUMAJANG – Ratusan sopir truk pasir menggelar unjuk rasa dengan memarkirkan truknya di depan kantor Kepala Desa Jarit, Kecamatan Candipuro Kabupatem Lumajang, Rabu (17/11/2021).

Dalam aksinya mereka meminta kepada pemerintah desa Jarit, agar sopir truk penambang pasir di Desa Jugosari diperbolehkan melintas di jalan Dusun Urang Gantung, Desa Jarit.

“Permintaan kami agar truk pasir yang hendak menambang ke Desa Jugosari diperbolehkan melintas di jalan Dusun Urang Gantung,” ujar koordinator paguyuban sopir truk Hanafi.

Sebelumnya, truk angkutan pasir hanya diperbolehkan melewati Dusun Panggung yang jaraknya lebih jauh dari tempat penambangan. Larangan tersebut sudah sesuai dengan hasil Musyawarah Bupati Lumajang bersama warga pada 21 Maret 2019 lalu.

Perwakilan sopir truk kemudian melakukan pertemuan dengan Kepala Desa Jarit didampingi Camat dan Kapolsek Candipuro di kantor Desa Jarit. Namun pertemuan tersebut belum membuahkan keputusan.

Kepala Desa Jarit, Novita menjelaskan bahwa jalan Dusun Urang Gantung tidak diperbolehkan dilalui kendaraan truk pasir, karena jalan adalah jala pemukiman warga.

“Kami selaku pemerintah Desa Jarit tidak bisa memberikan keputusan membuka jalan Dusun Urang Gantung karena sebelum saya menjabat sudah ada hasil keputusan musyawarah warga dengan Bupati Lumajang. Mohon dimengerti,” ujar Novita kepada para perwakilan sopir truk.

Dalam pertemuan tersebut tak menghasilkan keputusan apapun. Oleh karenanya para perwakilan sopir truk itu akan melakukan audiensi dengan Bupati Lumajang Thoriqul Haq di pendopo Kabupaten Lumajang pada sore harinya.

“Pagi ini belum ada keputusan, namun para perwakilan sopir truk akan mengadakan audiensi dengan bapak Bupati Lumajang di pendopo kabupaten nanti sore,” ujar Camat Candipuro Agni Megatrah.

Usai melakukan pertemuan dengan Kepala Desa Jarit bersama forkopimka Candipuro, ratusan sopir truk akhirnya membubarkan diri dengan tertib. (mrk/red)

Related Post