Sejumlah Pengungsi Erupsi Semeru Tolak Lokasi Relokasi

544 0

LUMAJANG – Warga Dusun Kajar Kuning dan Curah Kobokan Desa Supit Urang Kecamatan Pronojiwo, yang terdampak bencana erupsi Gunung Semeru, menolak pemukiman baru di area relokasi yang berada di Desa Sumbermujur.

Mereka menilai, tempat baru yang berada di lahan seluas 81 hektare di Desa Sumbermujur tersebut, masih kurang aman dari erupsi Gunung Semeru. Selain itu, lokasi jauh dari pasar, keramaian dan sekolah.

“Area relokasi tidak sesuai dengan harapan warga, mas. Terlalu jauh dari keramaian. Jauh dari pasar juga jauh dari sekolahan,” ujar Waridi, warga dusun Kajar Kuning, ditemui media ini, Sabtu (18/12/2022).

Menanggapi hal itu, Bupati Lumajang Thoriqul Haq menjelaskan, lahan yang di Sumbermujur tersebut sangat representatif untuk bisa menampung 2.000 rumah lebih dalam satu kawasan. Sementara pilihan lahan di beberapa tempat lain kurang dari luasan 6 hektar.

“Kami sebagai pemerintah hanya bisa memberi saran agar pindah ke tempat relokasi. Saya pelan-pelan menyampaikan dengan cara yang tentunya masyarakat bisa memahami,” ujarnya.

Bagi warga yang berkeinginan tempat relokasi selain di Sumbermujur, kata dia, akan tetap di ikhtiarkan untuk proses perijinan lahan ke Perhutani dan Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

Terkait proses tahapan relokasi yang berada di Sumbermujur akan tetap menjadi prioritas dengan segera dibangun hunian sementara dan kelengkapan sarana dasar, seperti jaringan listrik, saluran air, akses jalan, agar masyarakat yang terdampak Erupsi Semeru segera pindah tempat dari tempat pengungsian ke hunian yang layak dan untuk memulai berkehidupan bersama keluarga.

Selain itu, Bupati Lumajang juga menyampaikan terkait beberapa hal yang berkenaan dengan kebudayaan ekonomi, ada banyak saran dan masukan termasuk kandang ternak terpadu, mungkin juga usaha kecil menengah yang bisa diproduksi di area relokasi.

“Tentu semua yang berkenaan dengan potensi yang terbaik untuk akses ekonomi akan kita ikhtiarkan untuk mereka semua menjadi sebuah tatanan baru, termasuk ekonomi baru di sekitar area relokasi atau pemukiman baru bagi masyarakat yang terdampak Erupsi Semeru,” pungkasnya. (bam).

Related Post