LUMAJANG – Banjir yang menggenangi Desa Kutorenon Kecamatan Lumajang beberapa hari lalu, menjadi pelajaran bagi Pemkab Lumajang untuk meningkatkan lagi upaya-upaya pengendalian banjir, utamanya di aliran sungai yang rawan tersumbat oleh tanaman sekitar aliran sungai.
Meskipun dampak banjir tidak separah banjir-banjir besar sebelumnya, namun upaya pengendalian untuk menekan seminimal mungkin dampaknya, paling tidak genangan air dari sungai harus ada normalisasi.
Informasi yang didapatkan media ini, Pemkab sudah meminta unit pelaksana teknis pengelolaan sumber daya air (UPT PSDA) Lumajang untuk melakukan normalisasi sungai. Namun, hal itu baru bisa direalisasikan tahun depan.
Kepala Desa Kutorenon Faisal Rizal mengungkapkan faktor utama banjir tersebut karena pendangkalan dan penyempitan sungai Curah Menjangan. Oleh sebab itu, debit air yang ditanggung sungai menjadi sedikit. Dengan demikian, saat debit naik, air meluber ke permukiman, jalan, dan lahan persawahan milik warga.
Selain itu, hampir di semua sisi kanan dan kiri aliran sungai tumbuh bambu. Bambu-bambu tersebut ditanam oleh masyarakat setempat bertahun-tahun lalu. Meski demikian, pihaknya sudah menginstruksikan agar memangkasnya.

“Terutama bambu yang sudah tua atau hampir jatuh di aliran sungai. Kami sudah melakukan sosialisasi dan menginstruksikan untuk segera memotong bambu-bambu itu karena berisiko besar. Terlebih saat debit air naik dan mengikis tanggul. Kalau terkena barongan bambu, itu bisa roboh ke aliran sungai dan menyumbatnya,” katanya.
Faisal menjelaskan, pihaknya sudah berkali-kali mengajukan normalisasi sungai ke UPT PSDA Lumajang. Sebab, hal tersebut menjadi solusi antisipasi banjir musiman. Namun, hingga sekarang, belum ada realisasi. Hanya saja, saat banjir pekan lalu, normalisasi sungai direncanakan awal tahun depan.
“Yang penting realisasi normalisasi dulu agar fungsi sungai kembali ke asalnya. Lebar dan kedalamannya juga kembali normal lagi. Kalau ada dana lebih, tidak hanya normalisasi sungai. Tetapi tanggul juga dibronjong agar lebih kuat dan tidak terkikis aliran sungai. Karena setiap air sungai ini meluber, masyarakat langsung khawatir dan trauma,” harapnya, Rabu (29/12/2021), dikutip dari radarjember jawapos.com
Menanggapi hal tersebut, Pelaksana Lapangan UPT PSDA Nawiyono menerangkan normalisasi sungai memang akan dilakukan tahun depan. Berkaitan dengan akses alat berat, pihaknya perlu merencanakan lebih lanjut. Yang jelas, normalisasi sungai akan dilakukan secepatnya. (cow)


