MALANG – Varian Omicron, juga dikenal sebagai garis keturunan B.1.1.529, adalah sebuah varian SARS-CoV-2, sebuah koronavirus yang menyebabkan Covid-19. WHO menyatakannya sebagai varian yang diwaspadai dan menamakannya dari kata Yunani Omicron
Kasus varian baru virus omicron ini sudah ditemukan di Indonesia. Sayangnya, tidak semua daerah mampu mendekteksinya. Dinas Kesehatan Kabupaten Malang belum bisa mendeteksi varian corona tersebut karena keterbatasan alat penunjang.
Oleh karena itu, pihaknya mengirimkan 4 sampel PCR dari pasien COVID-19 ke Rumah Sakit Universitas Airlangga (RSUA). Hal ini dilakukan untuk memastikan apakah termasuk virus corona varian omicron atau bukan.
“(Kami) tidak mampu. Di Jawa Timur, yang mampu adalah RSUA,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Malang, drg. Arbani Mukti Wibowo saat ditemui, Senin (27/12/2021).
4 sampel tersebut berasal dari pasien yang pernah melakukan perjalanan ke luar kota dan hasil tes PCR mereka menunjukkan nilai CT value kurang dari 25.
Pasien-pasien tersebut merupakan sopir yang memiliki mobilitas tinggi dan baru pulang dari luar kota. Satu di antaranya merupakan warga Kecamatan Turen dan 3 lainnya merupakan warga Kecamatan Kalipare.
Hingga saat ini pihak Dinas Kesehatan Kabupaten Malang masih menunggu hasil dari tes tersebut. “Hasilnya tesnya belum keluar,” tutup Arbian.
Sementara itu, Wakil Bupati Malang, Didik Gatot Subroto, mengaku masih belum bisa memastikan apakah warga tersebut terpapar Omicron.
Sebab, sampel milik warga itu masih diuji di laboratorium milik Universitas Airlangga (Unair) Surabaya.
“Itu kan masih diindikasi (Omicron). Hasil itu kemudian di tes, dikirim ke Unair dan Unair sampai hari ini rupanya hasil lab nya juga belum keluar,” katanya saat dikonfirmasi, Rabu (29/12/2021).
Didik menerangkan, berdasarkan laporan yang ia dapat sementara ini, warga tersebut meninggal bukan karena Omicron. Melainkan lantaran warga tersebut memiliki penyakit komorbid akut.
“Yang bersangkutan itu punya latar belakang, punya komorbid. Akhirnya kemarin kayaknya kematiannya bukan karena virus (Omicron), tapi karena akut. Karena dia sudah masuk pada kategori akut, yang memang sudah tidak bisa ditolong lagi,” ujarnya. (tim)



