LUMAJANG – Ruas jalan penghubung Desa Jatisari – Jeruk Kecamatan Kedungjajang Kabupaten Lumajang, sangat dikeluhkan warga. Pasalnya, sudah belasan tahun dibiarkan begitu saja tak disentuh pembangunan.
Jalan itu semakin susah untuk dilewati baik oleh kendaraan roda dua maupun kendaraan roda empat, sementara jalan tersebut sangatlah vital karena merupakan jalan utama menuju Kantor Desa.
Terkait hal ini, Mistu, Kades Jatisari mendesak pemkab dan instansi terkait untuk segera melakukan pembangunan.

“Seperti kita ketahui, untuk menumbuhkan ekonomi warga kita butuh akses jalan yang memadai. Selain itu juga memberikan kenyamanan bagi warga dalam beraktivitas sehari-hari merupakan kewajiban. Maka, kita sangat mendesak Pemkab Lumajang untuk segera membangun jalan kami ini”, ujar Misdu, Senin (4/1/2022).
Disampaikan oleh Mistu, warganya sangat mengeluhkan kondisi jalan ini, lebih lebih pada musim penghujan seperti saat ini.
“Jalan ini sangat vital bagi warga kami. Untuk itu kami bersama warga tak akan berhenti berjuang agar pemerintah segera merespon dan membangun jalan ini”, jelasnya.
Kepala desa yang masih baru beberapa hari dilantik itu juga mengungkapkan, pihaknya bertekat untuk memprioritaskan pembangunan jalan kabupaten yang ada di Dusun Krajan itu.
“Kita mengajak seluruh warga untuk mengikuti dan mengawal rencana pembangunan jalan itu”, ujarnya penuh keyakinan.

Menurutnya, segala pembangunan tidak terlepas dari dukungan warga dan semua pihak yang ikut membantu dan mengawasinya. Sehingga pembangunan jala yang diharapkan wrga terwujud dengan baik.
Ia pun mengaku sangat membutuhkan nasukan berupa kritik yang positif dari semua kalangan untuk membantu perangkat desa dalam menjalankan program-program pembangunan yang ada, utamanya jalan penghubung dua desa itu.
Sementara dikatakan Rohman, warga Desa Klakah penjual sayuran yang setiap hari melewati wilayah tersebut, mengaku tak berani melewati jalan itu kalau sudah musim hujan. “Gak berani mas, takut jatuh”, kata dia. (tim)






