Mulai 10 Januari , Kota Malang Terapkan Pembelajaran Tatap Muka Secara Penuh

656 0

KOTA MALANG – Pembelajaran Tatap Muka (PTM) dengan kapasitas 100 persen di Kota Malang mulai diterapkan sejak Senin (10/1), sesuai Surat Keputusan Bersama (SKB) 4 Menteri.

SMPN 20 Kota Malang menjadi salah satu sekolah yang menerapkan PTM 100 persen.
Bagian Kesiswaan SMPN 20 Kota Malang sekaligus guru mata pelajaran IPA, Liesdyah Iramita mengatakan penerapan protokol kesehatan (Prokes) tetap dijalankan selama PTM 100 persen.

Ia pun merasa sangat senang pembelajaran bisa berlangsung langsung dengan kapasitas 100 persen. Sebab, selama PTM terbatas diterapkan mendapatkan hasil yang kurang efektif.

“Tentu lebih efektif memikat dengan 100 persen murid. Karena saat berani itu kita secara kasar, sehingga tidak memaksimalkan pendekatan kita dengan anak,” ujarnya, Senin (10/1).

“Kadang saat melakukan berani, tak sedikit siswa-siswi yang tiba-tiba mematikan kamera. Tugas juga gitu, sampai jam cukup sekian belum di kirim-kirim lewat WA (WhatsApp),” sambungnya.

Dalam PTM 100 persen di SMPN 20, diakui Liesdyah, dari 874 murid tidak semua-nya hadir di sekolah karena beberapa hal. Salah satunya disebabkan kondisi tubuh yang tidak fit atau sedang sakit.

“Jadi beberapa tidak bisa mengikuti PTM 100 persen. Sedangkan izin anak sakit dan satu anak lagi saat mengecek suhu ternyata tinggi sehingga diarahkan untuk pulang bersama orang tuanya,” Paparnya.

Bagi murid yang tidak bisa menghadiri PTM 100 persen, SMPN 20 masih memberikan dispensasi dengan memfasilitasi pembelajaran secara berani.

“Sebelumnya kita juga rapat koordinasi dengan wali murid. Dan sesuai hasil rapat itu kita tetap melayani berani,” kata dia.

Sementara itu, salah satu siswi Kelas 9 di SMPN 20 Kota Malang, Calya Faustina, merasa sangat senang bisa menjalani PTM 100 persen.
Ia mengaku dengan adanya PTM 100 persen juga menjadi waktu untuk bertemu dan belajar bersama teman-teman-nya dalam satu kelas.

“Biasanya kan guru ngajar disini dan disana. Kadang materi gak seimbang gitu. Kalau sekarang kan kita 31 anak itu duduk bareng satu kelas,” Urainya.(dhw/robhin)

Related Post