BANYUWANGI – Hasil uji sampel kasus Covid-19 yang ada di Banyuwangi, hasilnya probable atau diduga varian Omicron.
Sebelumnya Dinas Kesehatan Banyuwangi mengirimkan 20 sampel kasus Covid-19 di Banyuwangi, untuk diuji ke laboratorium di Surabaya.
“Hasilnya dari 20 sampel itu 85 persen atau 17 sampel menunjukkan probable Omicron dari hasil uji laboratorium dengan metode SGTF (S-gene Target Failure) yang sudah keluar,” jelas Plt Kepala Dinas Kesehatan Banyuwangi Amir Hidayat, Selasa (15/2/2022).
Namun menurut Amir, hasil tersebut belum bisa disebut Omicron, meski hasil SGTF menunjukkan probable Omicron, pihaknya masih harus menunggu satu pemeriksaan lagi.
“Setelah uji dengan metode SGTF, terdapat pengujian lanjutan dengan metode Whole Genome Sequencing (WGS) untuk menentukan sampel tersebut Omicron atau tidak. Kami masih menunggu hasilnya,” kata Amir.
Berdasarkan data Dinas Kesehatan Banyuwangi kasus Covid-19 di Banyuwangi hingga 14 Januari 2022, kasus aktif bertambah 144 orang, sehingga totalnya mencapai 999 kasus.
Amir mengatakan sebagian besar pasien tanpa gejala atau gejala ringan.
“Sebagian besar tanpa gejala dan gejala ringan, sehingga cukup isolasi mandiri (isoman). Ada juga beberapa yang kita arahkan untuk isolasi terpadu di Wisma Atlet,” jelas Amir.
Amir meminta agar masyarakat terus waspada dengan selalu menjalankan protokol kesehatan (prokes).
“Meski tidak seganas varian Delta, namun Omicron ini penularannya sangat cepat.Tapi kuncinya ada dua, pengetatan prokes dan vaksinasi,” ungkapnya.
Amir juga meminta kepada masyarakat yang belum bahkan sudah mendapat vaksinasi sebanyak dua dosis agar mendatangi fasilitas kesehatan (faskes) terdekat, untuk kembali mendapatkan suntikan vaksin booster (Dosis ketiga). (tim)


