Rabu , 09 Februari 2022.
Mahasiswa KKN Tematik Desa Dawuhan Mangli yang terdiri dari 10 orang diantaranya, Dani Maulah, Chairunnisa Z. Ipango, Memen Agung Prasetyo, Bathi Willian Utami, Hammam, Tri Mukti Wulandari, Maddadillah Nadhif, Maulida Hidayatul Yuniarti, Nur Da’iyah Hasanah, Aprillia Nunsta Rahmasari melakukan kunjungan ke posyandu pos kamboja 65 pada Dusun Krajan. Mahasiswa membantu jalannya posyandu. Tercatat bahwa pos kamboja 65 memiliki 5 kader posyandu, diantaranya Ika Maghfirah, Laila Febrianti, Yuliana, Sutiana, Kurniawasih. Semua kader memiliki tugasnya masing- masing.
Kata bu Ika selaku kader posyandu kamboja 65 “Disini setiap kader memiliki 5 meja masing – masing memiliki tugas, ada yang pendaftaran balita, ibu hamil sama ibu menyusui, ada yang penimbangan dan pengukuran balita, ada yang pencatatan hasil penimbangan dan pengukuran, ada yang penyuluhan dan pelayanan gizi bagi ibu balita, ibu hamil dan ibu menyusui, yang terakhir pelayanan kesehatan, KB dan imunisasi.
Kegiatan posyandu yang dilakukan pada 9 Februari 2022 pada pos kamboja 65 dilakukan pada jam 08.00 – Selesai, namun karena pos 65 di bagi menjadi 2 titik yaitu Dusun Krajan dan Dusun Sumber Waduk. maka imunisasi di lakukan di jam 10.00 itu di karenakan kader masih menjangkau sasaran ibu hamil dan balita yang terdapat di Dusun Sumber Waduk. Sasaran pos kamboja 65 terdiri dari 79 yaitu ibu hamil ada 13 orang, dan bayi dan balita terdiri dari 66 anak. Kegiatan posyandu sendiri dilakukan setiap bulan mengambil di minggu pertama. Dilakukan selama lima hari berturut – turut. Posyandu yang ada di desa dawuhan mangli terdiri dari 5 pos diantaranya Pos 63 A, 63 B, 64, 65 dan 66 Pelaksanaan posyandu dilakukan di rumah kader, rumah kepala

Ibu ika selaku kader posyandu mengatakan bahwa kesulitan yang di hadapi oleh kader posyandu adalah menjangkau kembali ibu dari anak yang menjadi sasaran posyandu, di karenakan ada pemahaman dari ibu – ibu yang menjadi sasaran bahwa imunisasi lengkap hanya dari bayi 0 – 1 tahun, sedangkan menurut aturan pemerintah bahwa imunisasi dilakukan sampai balita yaitu umur 5 tahun. Sehingga kader posyandu harus melakukan posyandu door to door untuk tetap menjalankan posyandu yang diadakan setiap bulan. Juga menjadi kesulitan adalah sosialisasi stunting pada masyarakat, ibu ika magfirah mengatakan bahwa ada beberapa orang tua yang tersinggung ketika anaknya dikatakan masuk dalam gejala stunting tersebut. Sehingga butuh komunikasi yang baik dan jelas untuk memberikan pemahaman.
Dengan adanya mahasiswa KKN UM-Jember membuat pos kamboja 65 di Dusun Krajan Desa Dawuhan Mangli terbantu. Di karenakan waktu yang tersisa hanya sekitar 1 jam sedangkan para bayi, balita dan ibu hamil telah hadir dan pada bulan Februari adalah jadwal pemberian vitamin A pada bayi hingga balita. Di katakan oleh ibu Ika Maghfirah “Untung kemarin ada mahasiswa KKN jadi bisa bantu jalannya posyandu, hari ini juga kan pemberian vitamin A itu, jadi kalau enggak ada yang bantu ya mungkin kader – kader ini pada kesusahan”. Ibu Ika Maghfirah juga mengatakan bahwa harapannya mahasiswa KKN dapat lebih banyak membantu masyarakat yang ada di Desa Dawuhan Mangli.





