Kayu Balsa Terserang Penyakit Layu, Pekebun Alami Kerugian Ratusan Juta Rupiah

1176 0

LUMAJANG – Beberapa hari terakhir, pekebun di Desa Wono Cempokoayu Kecamatan Senduro Kabupaten Lumajang dibuat pusing oleh serangan penyakit layu yang membuat tanaman kayu balsa milik mereka mati.

Bahkan hingga saat ini, beberapa pekebun mengaku belum mengetahui secara pasti penyebab tanaman balsa milik mereka tiba-tiba mengalami kerontokan daun.

Salah satu pekebun, Matrawi mengatakan ratusan tanaman kayu balsa miliknya mati mengering. Akibatnya, harapan panen dari pembudidayaan tanaman pohon kerabat bunga sepatu tersebut menjadi pudar.

“Ekonomi peyok wis (sudah remuk-red) mas. Ratusan juta biaya yang sudah saya keluarkan untuk biaya penanaman dan perawatan balsa, hangus sudah,” ujarnya saat ditemui Gempur News, Jum’at (4/3/2022).

Tanaman balsa merupakan jenis tanaman cepat tumbuh, mencapai 7,5 cm per tahun, jauh lebih cepat daripada sengon maupun jabon yang masing-masing tumbuh 4,2 cm dan 4,1 cm per tahun.

“Tanaman pohon balsa ini menjadi andalan pendapatan saya mas, sebab pertumbuhannya jauh lebih cepat daripada menanam sengon atau jabon. Tapi dengan kenyataan seperti ini, harapan mendapat penghasilan dari pohon balsa punah sudah,” imbuh Matrawi.

Hal senada juga diungkapkan Samsul Muniri. Menurutnya, banyaknya pohon balsa yang mati mengakibatkan pekebun gagal potong.

“Panen balsa gagal. Saya sendiri bingung mas, penyakit apa ya yang menyerang balsa balsa di sini. Kata orang, ini penyakit disebabkan oleh serangan jamur musim penghujan yang menyebar,” ungkapnya sembari menggelengkan kepala.

Diperkirakannya, banyak pohon balsa yang mati ini terjadi milai batang bagian bawah, yang bersinggungan dengan tanah, lalu menjalar ke akar dan mengakibatkan tanaman balsa membusuk. (bam)

Related Post