LUMAJANG – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Lumajang melakukan audiensi dengan Wakil Bupati Lumajang Ir. Indah Amperawati, Msi.
Dalam audiensi tersebut dibahas beberapa hal berkaitan dengan pertanian bebasis pola pemupukan organik untuk mewujudkancita cita Pemerintah Kabupaten Lumajang yaitu Lumajang Bumi organik.
Dalam arahannya bunda Indah Masdar, memaparkan visi dan misi pertanian organik di Kabupaten Lumajang yang arahnya disamping menjaga kesuburan tanah juga bertujuan meningkatkan kesejahteraan petani, kami berkolaborasi dengan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) agar cita cita tersebut bisa segera terwujud.
Bunda Indah menambahkan bahwa dengan pola pemupukan organik merupakan sebuah solusi jika subsidi pupuk dihapus oleh pemerintah yang pasti petani kita memiliki daya saing karena produk yang dihasilkan akan memilik daya saing karena ada keunggulan komparatif yang dimiliki.
Sementara itu, Ratna Dewi, ketua Perempuan Tani HKTI Lumajang organisasi sayap HKTI, memohon dukungan kepada bunda indah untuk program integrated farming yang bebasis edu wisata yang nantinya mensinergikan pola pertanian organik yang dikemas dengan sekolah lapang.
Tujuan menjadi sarana belajar bagi petani petani sambil berwisata, petani sekarang harus meningkatkan kemampuannya dengan menerapkan pola teknologi pertanian yang tepat guna.
Sementara DPC HKTI Lumajang akan berkomitmen mendukung Lumajang Bumi Organik dalam kesempatan ini disampaikan pula bahwa HKTI mulai melakukan pendataan luas lahan pertanian produktif di Kabupaten Lumajang, hal ini dilakukan untuk mengakses program kemitraan yang akan dilakukan oleh Kementerian Pertanian.
Petani nantinya akan mendapat support bibit dan pupuk organik dengan sebuah kontrak kerjasama dengan pengusaha untuk membeli hasil panen petani yang pemupukannya menggunakan pupuk Organik.
Dalam kesempatan ini, Iskhak Subagio, selaku ketua DPC HKTI Lumajang juga berpamitan karena masa Bhakti pengurus HKTI masa bhaktinya habis tahun 2022, selanjutnya mohon restu akan melaksanakan musyawarah cabang (muscab) untuk memilih pengurus baru masa Bhakti 2022-2027.
Mewakili pengurus, Iskhak memohon maaf jika dalam pengurusan yang dipimpinnya ada ketidaknyaman dengan pemerintah daerah, juga kurang maksimalnya kontribusi HKTI terhadap pembangunan sektor pertanian khususnya peningkatan SDM petani. (red)



