Banyuwangi – Penyaluran Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT DD) Desa Pakistaji diselenggarakan bersamaan dengan vaksinasi. Upaya ini ditempuh pemerintah Desa Pakistaji bersama Puskesmas Kabat, guna menuntaskan Program Vaksinasinasi sesuai apa yang telah dicanangkan Pemerintah Pusat.
Kepala Desa Pakistaji, Chotibul Umam, S.IP saat dikonfirmasi awak media Gempurnews membenarkan, upaya ini sengaja diambil untuk memaksimalkan program vaksinasi, tujuannya tak lain adalah untuk memutus mata rantai penyebaran virus covid-19.
“Sebenarnya vaksinasi ini bukan menjadi syarat pokok, hanya warga kita ini kan agak sulit mas, utamanya bagi lansia untuk datang dan melakukan vaksinasi. Jadi kami sengaja mencari momen yang tepat agar warga ini mau untuk datang dan melakukan vaksinasi.” Papar Chotib pada awak media Kamis (7/4/2022).
Kepada media Chotib juga menyampaikan, adapun syarat vaksinasi yang diwajibkan bagi penerima BLT DD kali ini minimal telah divaksinasi tahap kedua.
“Yang kami wajibkan kali ini minimal tahap dua, namun bagi yang belum vaksin tahap ketiga dan mau vaksin ketiga, pihak puskesmas juga sudah menyadiakan.” Pungkasnya.
Selain dilaksanakan dalam waktu bersamaan, pemilihan waktu pada malam hari juga menjadi bagian dari upaya pemerintah desa untuk memaksimalkan kehadiran masyarakat, serta menghindari padatnya aktifitas masyarakat disiang hari.
Penyaluran BLT DD Desa Pakistaji pada Catur Wulan pertama ini diberikan kepada 114 orang. Jumlah ini menurutnya sudah sesuai mandatori pemerintah pusat yaitu minimum 40% dari Dana Desa (DD).
“kita hanya mengikuti mandatori pemerintah pusat yaitu minimal 40%, untuk penerimanya sendiri adalah mereka yang termasuk dalam kategori Warga Miskin (GAKIN), artinya mereka yang belum pernah mendapat bantuan apa-apa sebelumnya, misalnya seperti BPNT, JPS bahkan BLT Pusat.” ungkapnya kepada awak media.
Dalam kesempatan itu Chotib juga menambahkan, selain BLT DD, Program bantuan yang sedang disiapkan pemerintah desa adalah Program Ketahanan Pangan, Hal ini mengacu pada Perpres yang mewajibkan untuk pengalokasian Dana Desa Tahun 2022, yang salah satunya untuk memprioritaskan ketahanan pangan sebesar 20%.
“Selain BLT DD, Program bantuan yang akan disalurkan pemerintah desa tahun ini yaitu ketahanan pangan, dalam Perpresnya kan sudah tertuang jelas itu, 20% untuk ketahanan pangan. Adapun bentuknya terbagi menjadi dua Nabati dan Hewani, mungkin nantinya yang akan kami salurkan seperti sepasang anak ayam yang sudah siap produksi dan yang suka berkebun bisa kami beri bibit tanaman palawija, seperti cabai, terong dsb.” Khotib menambahkan.
Menutup perbincangannya dengan awak media, Chotib juga menyampaikan, beberapa hal yang menjadi harapannya berkaitan dengan penyaluran BLT DD.
“Harapannya dengan adanya penyaluran BLT DD ini paling tidak dapat membantu meringankan kebutuhan masyarakat, meski tidak ada intervensi didalamnya kami selalu menekankan agar bantuan tunai itu dapat dimaksimalkan untuk kebutuhan konsumsi atau bahan pangan, dan meski nilainya tidak seberapa mungkin juga dapat dijadikan suntikan dana bagi mereka yang memiliki usaka mikro.” Terangnya. (Sgt)



