Kembali Kerangka Manusia Ditemukan Didalam Galian Pasir Dengan Jenis Kelamin Seorang Perempuan

0
62

Lumajang – www.gempurnews.com, kembali dusun Kampung Renteng, Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang digegerkan penemuan kerangka manusia yang diduga korban erupsi gunung Semeru, “Kamis (05/08/22).

Penemuan kerangka manusia tersebut ditemukan oleh seorang warga sekitar pukul(14, 30 Wib. yang sedang mencari pasir disekitar lokasi tambang dusun kampung renteng. (06/08)

“Satu jenazah lagi yang ditemukan tinggal tulang belulang oleh seorang warga bernama Said pada saat sedang bekerja mengais pasir di lahan miliknya, “Terang Kepala Bidang (Kabid) Rehabilitasi dan Rekonstruksi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lumajang, Joko Sambang

Kerangka manusia tersebut ditemukan oleh warga dengan ciri-ciri menggunakan baju Hem dan celana jeans,

“Salah satu seorang warga mengenali ciri-ciri pakaian dan diyakini bahwa jenazah tersebut adalah mayat Pipin Ariyanti usia 40 tahun warga Dusun Kebondeli Utara RT 06 RW 06 Desa Sumberwuluh Kecamatan Candipuro,” Papar, “Joko.sambang.

Warga yang meyakini bahwa korban adalah pipin, langsung menghubungi pihak keluarganya. Tidak lama kemudian jenazah korban pipin langsung dibawa kerumah duka untuk dimakamkan atas adanya penemuan mayat tersebut yang sudah menjadi tulang belulang langsung dibawa kerumah duka di Dusun Kebonagung RT 01, RW 04, Desa Sumberwuluh Kecamatan Candipuro.

“Jenazah korban langsung dibawa dengan menggunakan kantong mayat kemudian dibawa kerumah duka dengan berjalan kaki untuk dikebumikan” Ole keluargarnya, “Jelasa.Joko sambang pada awak media www.gempurnews, com.

Dengan ditemukannya kerangka, tulang jenazah hingga sampai  hari ini, total jenazah dan kerangka yang ditemukan sejumlah 68.sejak terjadinya musibah erupsi semeru.

“Kerangka tulang belulang yang diduga Pipin Ariyanti, ditemukan kurang lebih 5 meter dari penemuan Achmad Rendy Pratama pada tanggal 1 Agustua 2022 lalu,kemungkinan besar masih banyak korban disekitar penemuan mayat pipin dan rendi, “Ungkapnya.

Reporter : Atman