Festival Banyuwangi Jaman Bengen. Kiat Pemerintah Daerah Tingkatan Ekonomi Kreatif Melalui Pariwisata

445 0

Gempurnews.com – Banyuwangi. Guana membuka ruang bagi para pelaku ekonomi kreatif utamanya bagi penggiat benda-benda kuno dan antik, Pemerintah Daerah Kabupaten Banyuwangi melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar), Membuka pameran yang bertajuk Banyuwangi Jaman Bengen yang digelar selama sepekan mulai 11-17 Juni 2023.

Plh. Kepala Disbudpar Banyuwangi, Choliqul Ridha menyampaikan, pameran yang merupakan rangkaian Banyuwangi Festival (B-Fest) tidak hanya menjadi edukasi tentang nilai-nilai kebudayaan, namun diharap dapat membuka ruang sekaligus tempat bagi para penggiat benda-benda kuno dan antik.

“Pameran Banyuwangi Jaman Bengen tentu membawa cerita sejarah yang nantinya akan diteruskan untuk anak dan cucu kita. Cerita sejarah tersebut tentu memiliki pesan heroik pada zaman dulu. Tentu dengan adanya kegiatan ini, salah satunya untuk menumbuhkan rasa cinta terhadap kebudayaan Banyuwangi pada generasi millenial selain itu diharapkan dapat memberikan nilai ekonomi bagi para penggiat benda-benda kuno dan antik yang mungkin awalnya hanya sebuah hobi namun kedepannya bisa menjadi sebuah profesi.” kata Ridho, Senin (12/06/2023).

Berbagai macam benda kuno dan bersejarah memadati halaman depan Kantor Disbudpar Banyuwangi. Mulai berbahan batu, tanah liat, keramik, kayu, hingga batu akik dan keris. Benda-benda kuno yang memiliki nilai sejarah dari keempat etnis yang mendiami bumi Blambangan. diantaranya etnis Mandar, etnis Osing, etnis Jawa, etnis Madura.

“Pameran sekarang ada barang-barang kuno dari masyarakat Mandar, Osing, Madura, dan Jawa yang dulu tidak muncul, sekarang ada. Selain itubatuan masa lalu yang telah diolah, barang-barang museum Blambangan, foto-foto Banyuwangi Tempo Doeloe, barang-barang masa lalu di Banyuwangi yang unik dan antik.,” Ujarnya.

Ridho juga memaparkan nantinya, Ijen Geopark yang telah resmi menjadi jaringan UNESCO Global Geopark pun, nantinya juga akan turut meramaikan pameran Banyuwangi Jaman Bengen. Akan ada booth dengan pengenalan dasar tentang Ijen Geopark kepada para pengunjung yang hadir.

Selain itu, akan ada pertunjukan yang meramaikan Banyuwangi Jaman Bengen yaitu: Senin, (12/06) Bioskop Keliling Kecagarbudayaan, Opening Ceremony, Pertunjukan Rengganis. Pada hari Selasa, (13/06) Belajar Bersama di Museum, Lomba Teater Osing, Night Accoustic Performe. Pada hari Rabu, (14/06) Seminar hasil kajian koleksi museum Blambangan. Pada hari Kamis, (15/06) Rindik Music Performe, Night Accoustic Performe. Pada hari Jum’at, (16/06) Night Accoustic Performe. Pada hari Sabtu, (17/06) Clossing Ceremony. 

Festival ini juga akan diisi dengan berbagai kegiatan. Salah satunya, lelang barang antik yang dimulai setiap hari pada pukul 09.00 WIB.

Dalam acara yang sama Kabid Ekonomi Kreatif Disbudpar Banyuwangi, Endang juga menerangkan, Kegiatan yang merupakan rangkaian dimana pada setiap event disana ada pelaku UMKM.

“Jadi kegiatan yang dikemas dalam tema kepurbakalaan ini merupakan sebuah rangkain dimana ada event disana ada pelaku usaha UMKM, ada pula para penggerak dari berbagai komunitas pecinta benda-benda purbakala, benda-benda kuno atau antik. Mereka didatangkan kesini untuk memamerkan benda-benda yang mereka miliki, selain untuk memeberikan nilai edukasi, mereka juga dapat melakukan transaksi jual-beli, bahkan salah satu rangkaian kegiatannya ada pelelangan juga, sehingga selain kita berupaya untuk melestarikan budaya juga dapat memberikan peluang bagi para kolektor untuk memasarkan barang-barang maupun produk-produk UMKM yang mereka miliki.” Terangnya.

Sementara itu Kabid Kebudayaan Disbudpar Banyuwangi, Dewa Alit Siswanto menambahkan, ada tiga stand yang dibuka dalam pameran, diantaranya stand untuk komunitas Ijen geopark dan gemstone, stand untuk para kolektor Benda-benda kuno dan antik dan satu stand lagi untuk para pelaku UMKM dibidang kuliner tradisional khas Banyuwangi Jaman Bengen.

“Kita hanya menyediakan tiga stand terdiri komunitas gemstone, kolektor bahkan UMKM, disini mereka tidak hanya memberikan informasi dan edukasi tentang nilai-nilai sejarah dari barang-barang yang mereka pamerkan, namun mereka juga dapat melakukan transaksi jual-beli. Terkait UMKM kita telah berkolaborasi dengan Diskopdagperin Banyuwangi, meraka yang mengkoordinir para UMKM” Pungkasnya.

Alit juga berharap selain dapat meningkatkan ekonomi Banyuwangi dibidang Pariwisata kegiatan ini nantinya juga bukan sekedar untuk mengemas budaya Banyuwangi namun lebih luasnya ditingkat nasional. Terlebih dengan kehadiran para peserta didik penerima beasiswa pendidikan seni dan budaya dari tujuh negara, harapnya kegiatan ini dapat menjadi refrensi bagi dunia tentang seni dan budaya Banyuwangi.

“Yang menarik saat ini, kita berketempatan penerima beasiswa program pendidikan seni dan budaya Indonesia, ini program Kementerian Luar Negeri, jadi ada beberapa warga asing dari tujuh negara yang kini sedang belajar seni dan budaya Banyuwangi, yang jelas kita tengan memberikan sesuatu kepada mereka yang dapat menjadi refrensi bagi dunia tentang seni dan budaya yang ada di Banyuwangi.” Terangnya. (*/Sgt)

Related Post