Gempurnews.com–Banyuwangi. Sebagai salah satu penerima penghargaan pada Hari Tata Ruang (HANTARU) Tahun 2022 lalu oleh Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), atas keberhasilannya dalam mewujudkan penyediaan Ruang Terbuka Hijau (RTH) didaerahnya. Kini RTH Banyuwangi menjadi Best Practice bersama RTH di Singapura dalam penerbitan Buletin Penataan Ruang Kementerian ATR/BPN Edisi Juli 2023.
Sebagai Best Practice, Pemerintah Banyuwangi menyampaikan bahwa strategi dalam meningkatkan RTH didaerahnya yaitu berkomitmen untuk terus menambah dan mempercantik RTH dengan terus berkolaborasi dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), hal ini disampaikan langsung Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Pekerjaan Umum Cipta Karya Perumahan dan Pemukiman (DPU CKPP) Kabupaten Banyuwangi, Dr. Suyanto Waspo Tondo Wicaksono, M.Si. Melalui Kabid Penataan Ruang, Bayu Hadiyanto, ST. MSi. Senin (14/08/2023).
“Strategi penyediaan RTH di kabupaten Banyuwangi adalah yang pertama, kita akan berkolaborasi dengan OPD yang lain misalnya lokasi pariwisata, lokasi Kelompok Usaha Bersama (KUB) di sempadan pantai, lokasi olahraga dan lokasi pemakaman umum. Selanjutnya perumahan pada saat mengurus izin diwajibkan menyediakan RTH/RTNH sebesar 5% yang nantinya diserahkan ke pemerintah daerah melalui skema Prasarana, Sarana dan Utilitas Umum (PSU)”, Terang Bayu.
Keberhasilan Pemerintah Kabupaten Banyuwangi dalam melakukan peningkatan RTH tidak hanya diperkotaan namun telah menjangkau diwilayah kecamatan hingga desa. Setidaknya Banyuwangi telah meningkatkan luas RTH mencapai 3.091,49 Ha di wilayah perkotaan pada tahun 2022. Luas wilayah perkotaan di Banyuwangi adalah 15.319,53 Ha sehingga total luasan RTH di wilayah perkotaan di Banyuwangi sebesar 20,18%.
Total luasan tersebut sesuai dengan ketentuan Peraturan Menteri ATR/Ka.BPN No.14 Tahun 2022 Tentang Penyediaan dan Pemanfaatan Ruang Terbuka Hijau.
“Jika mengacu pada Amanat Kementerian ATR/BPN pemanfaatan RTH itu paling sedikit 30% dari luas wilayah, dengan ketentuan RTH Publik paling sedikit 20% dan RTH Prifat paling sedikit 10% dan pada Tahun 2022 kabupaten Banyuwangi telah melampauinya, hingga saat ini kita telah membangun 120 RTH dan kedepan kami memastikan akan terus bertambah.” Ujarnya.
Kepada awak media Bayu juga menjelaskan, adapun Ketersediaan RTH sendiri kini telah menjadi perhatian negara bahkan dunia, Paradigma pembangunan sendiri kini telah beralih menuju arah pembangunan yang berkelanjutan.
“Keberlanjutan ekologis kini menjadi perhatian diseluruh dunia, penyebabnya adalah masalah lingkungan hidup dan perubahan iklim yang menjadi sentral permasalahannya, selain itu tuntutan ekonomi telah mengesampingkan keseimbangan lingkungan, sehingga menimbulkan kerusakan lingkungan, solusinya adalah pembangunan perkotaan yang berkelanjutan.” Paparnya.
Menurunya, pembangunan perkotaan yang berkelanjutan ditandai dengan adanya interaksi yang seimbang antara manusia dan alam yang hidup berdampingan.
“Dalam ekosistem kawasan perkotaan, RTH merupakan subsistem yang sangat penting, pembangunan ruang interaksi antara manusia dan alam, yang tentunya mempertimbangkan aspek fungsi ekologis, resapan air, ekonomi, sosial budaya dan estetika. Sehingga RTH menjadi bagian penting dalam pembangunan perkotaan yang berkelanjutan.” Imbuhnya. (*/Sgt)






