Mahasiswa KKN UIN Walisongo Semarang Lakukan Pendataan UMKM Unggulan untuk Sraten Go Public

0
272

SEMARANG – Di masa yang serba cepat ini, dapat dikatakan mengakses informasi tidaklah begitu sulit. Dengan adanya berbagai macam sumber informasi yang mudah diakses oleh semua orang. Salah satunya adalah dengan menggunakan internet, masyarakat bisa dengan mudah mendapatkan dan mengakses informasi.

Menurut data administrasi,Desa Sraten memiliki sekitar 125 UMKM dengan berbagai jenis produk dari makanan, jasa dan transportasi.Namun atas rekomendasi dari perangkat desa beliau menuturkan dan merekomendasikan untuk melakukan observasi dan pendataan pada 4 UMKM unggulan yaitu aneka kripik Bu Sumirah, Es Puter bolodong, Telur asin Bu Rom dan Bouqet aksesoris Eksasta.

Digitalisasi yang dilakukan melalui pendataan beberapa UMKM kemudian diinputkan kedalam website desa.Pendataan dan observasi meliputi profil usaha,struktur usaha,sejarah usaha,proses produksi dari pengambilan bahan baku pengolahan, pengemasan hingga pemasaran produk dan analisis SWOT usaha. Pendataan dilakukan dengan interview pada owner usaha dan mengikuti proses produksi di umkm pilihan

Pertama pendataan dan observasi di UD Rejeki Sentosa yang memproduksi aneka jenis kripik, jajanan tradisional dan bumbu pecel. Terdapat 12 macam jenis kripik (kripik tempe, bayam, pegagan, pisang, gadung, petek teri, peyek kacang tanah, peyek kacang ijo,kripik singkong, rengginang dan stick). Semua produk diproduksi homemade. Usaha milik Bu Sumirah ini ternyata pernah mendapat juara tingkat Jawa Tengah dan sering mendapat pelatihan dari dinas perekonomian Jawa Tengah.

Kedua observasi di UMKM telor asin milik Bu Rom.Dimana dari proses awal-akhir membutuhkan waktu perendaman sekitar 30 hari untuk mendapatkan telor asin yang diinginkan.Memang Sraten bukan daerah sentra penghasil telor asin tetapi usaha milik Bu Sum ini sudah terkenal sejak lama.

Ketiga observasi UMKM di Es Puter yang bernama “Bolodong” milik bapak Juriyanto.Beliau melayani pesanan dan berjualan sendiri.Proses produksi membutuhkan waktu 7 jam hingga didapat 1 drum es puter.

Terakhir observasi di UMKM Eksanda Bouquet yang melayani pembuatan bouquet, boneka profesi, hantaran nikahan, dan hiasan flanel.

Dengan adanya UMKM ekonomi warga menjadi terangkat dan banyak menyerap lapangan pekerjaan bagi tetangga sekitar. Diharapkan dengan digitalisasi UMKM ini bisa dijangkau dan diakses diluar warga Sraten sehingga bisa menjadi lebih maju dan bisa bersaing.

Penulis: Divisi Ekonomi Posko 18 KKN Reguler 81 UIN Walisongo Semarang

Editor : r_80