BARITO UTARA- Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Disnakertranskop UKM) Kabupaten Barito Utara, kembali menggelarkan kegiatan pendidikan dan pelatihan, perkoperasian budidaya madu kelulut dan penyuluhan pemanfaatan lahan non produktif di Kabupaten Barito Utara, telah dilangsungkan yang bertempat di Aula Kantor Bappedalitbang, Selasa ( 23/5/2023).
Hadir pada kegiatan pelatihan tersebut, narasumber dalam hal ini adalah Asisten I Sekda Barito Utara, para Camat Se- Barut, Kadis ketahanan pangan dan perikanan, Kadis SosPMD, Kadis Nakertrankop dan UKM seta UPT KPHP Barito Tengah.
Kepala Dinas Tenaga Kerja Trenmigrasi, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah ( Nakertranskop UKM) Kabupaten Barito Utara, M Mastur mengatakan bahwa saat ini kita sedang dihadapkan dengan dampak pasca Covid-19 dan Inflasi. Terkait hal itu perlu dilakukan upaya dalam rangka penanggulangan dampak pasca Covid-19 dan Inflasi Daerah, diantaranya adalah melalui upaya peningkatan ekonomi dan pendapatan masyarakat.
“Dikatakan Mastur sehubungan dengan upaya itu, diantaranya adalah perlu dilakukan kegiatan peningkatan SDM dan motivasi terkait dengan pengetahuan, wawasan dan keterampilan masyarakat, para pelaku usaha koperasi, usaha mikro dan kecil.
Lanjut Kadis Nakertrankop, pada hari ini akan dilakukan kegiatan pendidikan dan pelatihan perkoperasian I, budi daya Madu Kelulut I dan penyuluhan pemanfaatan lahan non produktif di Kecamatan Teweh Tengah, terutama tahap ini untuk Desa Eks Transmigrasi.
pembukaan pelatihan ini dilaksanakan di aula Bappedalitbang Barito Utara. Sedangkan untuk kegiatan pelatihan perkoperasian I dilaksanakan di aula Kantor Kecamatan Teweh Tengah pada tanggal 23 – 24 Mei 2023, “imbuhnya.
“Untuk pelatihan budi daya madu kelulut dilaksanakan di aula Disnakertranskop UKM pada tanggal 23 Mei 2023 (1 hari) dan kegiatan penyuluhan pemanfaatan lahan non produktif Kecamatan Teweh Tengah dilaksanakan di aula Bappeda Litbang pada tanggal 23 Mei 2023 (1 hari).
Peserta yang mengikuti tiga pelatihan ini berjumlah 60 orang, dengan rincian peserta Pelatihan perkoperasian I sebanyak 25 orang, peserta pelatihan budi daya madu kelulut I sebanyak 10 orang dan peserta penyuluhan pemanfaatan lahan non produktif Kecamatan Teweh Tengah sebanyak 25, “jelas Mastur.
Bupati barito Utara, H. Nadalsyah dalam sambutannya yang dibacakan melalui Sekretaris Daerah (Sekda) Barito Utara, Drs. Muhlis menyampaikan program dan kegiatan pelatihan perkoperasian dan budi daya madu kelulut serta penyuluhan pemanfaatan lahan non produktif ini sangat penting dilakukan.
Diharapkan, kata Sekda Muhlis. Melalui kegiatan ini dapat meningkatkan wawasan, pengetahuan dan keterampilan bagi pengelola koperasi, usaha mikro dan kecil serta masyarakat desa eks transmigrasi, disamping itu diharapkan akan mampu memperkuat dan meningkatkan produktivitas dan daya saing koperasi, usaha mikro dan kecil.
“Melalui kegiatan maksimalisasi pemanfaatan lahan tidak produktif sebagai lahan usaha yang produktif, tentunya memberikan pengaruh yang signifikan untuk pembangunan ekonomi lokal bagi masyarakat desa eks transmigrasi di Kabupaten Barito Utara, “kata Sekda saat membacakan sambutan bupati.
Menrut Sekda. Program dan kegiatan ini selaras dengan visi dan misi Kepala Daerah Barito Utara, periode 2018–2023 yaitu terwujudnya masyarakat Barito Utara, yang religius, mandiri dan sejahtera melalui percepatan peningkatan pembangunan dibidang sumber daya manusia, infrastruktur dan ekonomi kerakyatan.
Dijelaskannya, penyelenggaraan pelatihan dan penyuluhan ini juga merupakan momen penting dalam membangun sinergi antara pemangku kepentingan baik itu pusat, provinsi dan daerah melalui program dan kegiatan pemerintah dalam upaya memberdayakan koperasi, usaha mikro dan kecil di daerah kita serta pembangunan ekonomi lokal melalui pemanfaatan lahan non produktif.
“Pada kesempatan ini saya menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada jajaran Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, Kopersai dan UKM Barito Utara atas kerjasama yang baik dalam penyelenggaraan kegiatan pelatihan dan penyuluhan ini, “kata dia.
Semoga kata Sekda kegiatan ini dapat menjadi motivasi untuk memberikan keberpihakan yang berkesinambungan bagi pembangunan dan pengembangan Koperasi dan UMKM, demi kemajuan dan kemandirian koperasi dan UMKM serta mensejahterakan masyarakat di daerah setempat.
Lanjut Sekda Muhlis, pelatihan dan penyuluhan ini, disamping bertujuan memberikan wawasan, pengetahuan dan keterampilan kepada peserta, diharapkan akan memberikan dampak positif terhadap penciptaan lapangan kerja, penanggulangan inflasi daerah dan mengurangi angka pengangguran terbuka di Kabupaten Barito Utara.
Sekda juga meminta kepada seluruh peserta pelatihan perkoperasian agar betul-betul serius mengikuti pelatihan ini, agar koperasi yang di kelola mampu menjadi koperasi yang maju, mandiri dan bermanfaat bagi anggota khususnya dan masyarakat pada umumnya serta mampu mewujudkan koperasi menjadi soko guru perekonomian bangsa.
Dan kata dia bagi peserta pelatihan budi daya madu kelulut, juga diharapkan dapat mengikuti dan simak serta pelajari dengan baik apa yang disampaikan oleh para narasumber. “Baik materi teori maupun praktek dari instruktur atau pelatih, sehingga dalam menjalankan dan mengelola usaha budi daya madu kelulut baik dan benar,” ucap Sekda.
Kemudian kepada peserta penyuluhan pemanfaatan lahan non produktif desa eks transmigrasi, diharapkan bagaimana upaya maksimalisasi pemanfaatan lahan yang selama ini kurang bahkan tidak produktif menjadi lahan yang produktif, berhasil dan berdaya guna.
“Sehingga dapat bernilai ekonomis yang dapat meningkatkan penghasilan ekonomi keluarga bahkan mampu menciptakan menjadi komoditi unggulan desa, kecamatan bahkan Kabupaten Barito Utara,” imbuhnya. (SS)
