HomeJawa BaratWacana Perubahan Sistem Pilkada: Menakar Hubungan Calon Pemimpin dan Rakyat

Wacana Perubahan Sistem Pilkada: Menakar Hubungan Calon Pemimpin dan Rakyat

Cimahi,Rabu(17/11/2025)
Ketua DPRD Kota Cimahi, Wahyu Widyatmoko, menanggapi wacana pengembalian sistem Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) melalui DPRD yang belakangan kembali mencuat. Menurutnya, meski nantinya masyarakat tidak lagi memilih pemimpin secara langsung, hubungan antara calon kepala daerah dan konstituen tetap bisa terjaga melalui peran partai politik.

Wahyu menilai masyarakat dapat menitipkan mandatnya dengan cara memilih partai yang mengusung sosok calon pemimpin yang mereka dambakan saat pemilihan legislatif berlangsung.

Dalam sistem ini, perolehan suara partai politik di tingkat DPRD Kabupaten/Kota maupun Provinsi menjadi penentu utama kemenangan seorang kepala daerah. Wahyu menjelaskan bahwa akan ada “garis lurus” yang menghubungkan aspirasi pemilih dengan keputusan di parlemen, sehingga masyarakat tetap memiliki pengaruh meski lewat mekanisme perwakilan.

Advertisement

Selain dianggap mampu menjaga keterwakilan aspirasi, perubahan sistem ini juga dipandang sebagai langkah untuk menciptakan proses politik yang lebih sederhana dan efisien dari sisi anggaran maupun pelaksanaan.

Namun, Wahyu juga mengingatkan adanya risiko jika perubahan ini tidak disertai dengan sosialisasi yang matang kepada publik. Karena masyarakat tidak lagi bersentuhan langsung dengan surat suara calon kepala daerah, pemahaman mengenai fungsi partai politik sebagai jembatan aspirasi harus diperkuat jauh-jauh hari. Hal ini penting agar masyarakat tetap merasa memiliki andil dalam menentukan arah pembangunan daerah meskipun proses pemilihannya dilakukan oleh para anggota legislatif di parlemen.

Achmad Syafei

RELATED ARTICLES

Most Popular