LUMAJANG — Kebiasaan masyarakat yang maaih buang air besar sembarangan, mendapat sorotan dari Wakil Bupati Lumajang. Dia menganggap kebiasaan tersebut dapat mengganggu kesehatan masyarakat sekitarnya. Dirinya meminta agar masyarakat memperhatikan akses air bersih dan sanitasi.
Saat berdialog di LPPL Radio Suara Lumajang, Selasa (14/7/2020), ia mengatakan bahwa pertumbuhan penduduk dan pemukiman yang semakin padat, harus diimbangi dengan tersedianya sarana pelayanan terhadap akses sanitasi dan air bersih. Dirinya meminta agar masyarakat memperhatikan akses air bersih dan sanitasi.
“Kondisi semacam ini kalau tidak dijaga maka kenyamanan lingkungan akan terancam, semakin banyak penduduk maka kebutuhan air bersih dan kebutuhan jamban di lingkungan pemukiman juga semakin bertambah,” ujar Bunda Indah, sapaan akrab Wabup Lumajang.
Lebih lanjut Indah mengajak masyarakat untuk berperilaku hidup bersih dan sehat.
“Ayo kita berperilaku hidup bersih dan sehat, kasihan anak cucu kita, kenikmatan yang kita rasakan bisa menjadi bencana bagi masyarakat lain, perilaku hidup bersih dan sehat akan membuat hidup kita sehat, aman dan nyaman,” tuturnya.
Dalam kesempatan yang sama, Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda), Retno Wulan Andari menjelaskan bahwa pemerintah terus mengupayakan agar akses sanitasi dan air bersih bagi masyarakat. Ia mengaku terbantu dengan keberadaan USAID IUWASH PLUS yang telah mendukung peningkatan akses air sanitasi dan perilaku hygiene yang adil dan setara bagi masyarakat.
“Keberhasilan pemerintah untuk meningkatkan akses air minum dan sanitasi yang aman tidak bisa dilakukan oleh pemerintah sendiri, harus dilakukan dengan masyarakat dan pihak swasta, kita dibantu oleh IUWASH PLUS dan masyarakat untuk meningkatkan kesadaran masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, dijelaskan oleh Kepala Dinas Perumahan dan Pemukiman, Endah Mardiana bahwa sanitasi yang baik tidak hanya sekedar tersedianya tempat penampungan kotoran manusia atau septic tank, namun juga harus dipastikan bahwa septic tank tersebut kedap air dan jauh dari sumber mata air atau sumur.
“Sanitasi yang baik adalah sanitasi yang secara kontruksi kedap air, artinya kita tidak mencemari lingkungan dan tetangga kita, buatlah septic tank yang kedap air, pemkab sudah menyediakan Gedang Mesem sedot tinja yang bisa ditelepon dan langsung datang,” jelasnya. (tim)






