MADIUN – Kepala Divisi Regional (KADIVRE) Perum Perhutani Jawa Timur, Karuniawan Purwanto Sanjaya, mengakhiri tahun 2021 dengan melakukan kegiatan reboisasi menanam sebanyak 23 ribu pohon berbagai jenis di kanan kiri jalur tol Madiun.
Kegiatan yang dilangsungkan di rest area caruban, Jl. Ahmad Yani No.116, Mejayan, Bangunsari, Kecamatan Mejayan, Kabupaten Madiun, di buka oleh Kepala Divisi Regional (Kadivre) Perhutani Jawa Timur, Karuniawan Purwanto Sanjaya, acara tersebut juga dihadiri oleh Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Madiun, Edi Bintardjo yang mewakili dan Ketua DPD Perempuan Tani HKTI Jawa Timur, Lia Istifhama.
Kadivre Karuniawan mengatakan, bahwa penanaman pohon tersebut merupakan investasi kebaikan untuk pelestarian lingkungan.
“Dengan adanya penanaman pohon, maka kita turut memberikan sumbangsih kebaikan bagi kelangsungan lingkungan, terutama asupan oksigen bagi anak cucu kita,” ujar Karuniawan.
Diungkapkan juga, bahwa Perhutani selalu berusaha memberikan pelayanan bagi masyarakat, salah satunya dengan hadirnya rest area di jalan tol yang menjadi penghubung Surabaya-Madiun.
“Rest area yang dibangun oleh Perhutani, yaitu salah satunya di Caruban, tentunya menjadi wujud keinginan Perhutani dalam memberikan pelayanan pada masyarakat, yang dalam hal ini adalah pengguna jalan tol, dengan adanya rest area, pengguna jalan bisa beristirahat, sholat, dan aktivitas lainnya di tengah perjalanan,” Urai Karuniawan.
Sedangkan dari Perhutani KPH Saradan, Rumhayati menjelaskan bahwa pelaksanaan tanam pohon yang mayoritas dilakukan oleh karyawati Perhutani Madiun, menjadi wujud peran perempuan pada lingkungan.
“Pelaksanaan tanam pohon ini sekaligus berdekatan dengan hari Ibu 22 Desember, dan menjadi wujud peran serta para karyawati Perhutani untuk bahu membahu memberikan sumbangsih pada kehidupan, terutama bagi alam sekitar,” ungkapnya.
Edi Bintardjo yang mewakili Bupati Madiun, mengungkapkan bahwa penanaman pohon tersebut menjadi agenda rutin, untuk mewujudkan Madiun Hijau.
Sementara ketua Pertani HKTI Jatim, Lia Istifhana, menjelaskan jika penanaman pohon merupakan kepedulian terhadap masa depan anak bangsa.
” Perhutani yang menanam, kita sebagai masyarakat punya kwajiban menjaganya,” Ujarnya.(Red)






