KUB Unggul Barokah solusi pemulihan ekonomi warga BSD

490 0

Penyitas erupsi semeru yang tinggal di hunian relokasi Bumi Semeru Damai (BSD) Desa Sumber Mujur Kecamatan Candipuro Kabupaten Lumajang mulai menunjukkan geliat ekonominya, lewat Kelompok Usaha Bersama (KUB) “Unggul Barokah” melakukan aktifitas pembuatan kripik pisang berbahan pisang candi dan pisang rojo nongko yang banyak tumbuh di seputaran desa sumber mujur.

Sulamah warga asal dusun sumbersari desa supit urang Kecamatan Pronojiwo merupakan salah satu korban erupsi semeru yang harus kehilangan putranya menjadi salah satu korban sekarang mendiami blok C8 BSD salah satu penggagas kelompok ini menerangkan, kami penghuni BSD ini kehilangan mata pencaharian kami, selama ini kami rata rata berprofesi sebagai petani penggarap lahan perhutani, saat ini kami kehilangan mata pencaharian kami, untuk itu kami putar otak untuk menemukan mata pencaharian baru.

Saat ini kami hanya butuh pendamping dalam proses produksi dan pemasaran juga proses mendapatkan ijin sesuai ketentuan pemerintah, kami jami produk kami jamin dari segi kesehatannya karena saat proses produksi kita tidak menggunakan pengawet, pemanis dan pewarna buatan, minyak yang kami gunakan juga minyak bermerk bukan minyak curah.
Kedepannya pengembangan produk kami akan memproduksi peyek, kacang telur dan bumbu pecel.

Samsi yang rumahnya digunakan sebagai tempat produksi menerangkan cikal bakal usaha ini disupport oleh darut taukhid (DT) peduli senilai 5 juta berupa alat alat dan bahan baku kedepannya kami berharap adanya bimbingan pemasaran dan bimbingan mutu dari pemerintah daerah sehingga kegiatan KUB di blok fasum 2 ini menjadi model yang harus dikembangkan untuk pemulihan ekono warga BSD ini, kami berkeinginan untuk memasarkan produk kami lewat toko yang dimiliki oleh koperasi pegawai atau koperasi sekolah sehingga kami bisa melakukan proses produksi yang berkelanjutan, saat ini kami memang sering menerima bantuan berupa sembako dan uang, akan tetapi yang kami butuhkan adalah mata pencaharian untuk melanjutkan kehidupan kami secara normal (ER)

Related Post