
Nyadran Tradisi Desa Sanankulon Kabupaten Blitar sudah turun Temurun Sejak dari para Leluhur
Gempur news Blitar- tanggal 8- mei -2025 ,Bulan Dzulqadah atau bulan selo 1282 pada hari Jumat legi Desa sanankulon Seluruh masyarakat menyelenggarakan tradisi bersih desa Pemerintah Desa Sanankulon dalam susunan acara kegiatan Bersih desa mengadakan ,nyadran, Kenduri bersama, Pagelaran hiburan jaranan, turonggo putro Budoyo, pengajian dan Tahlil bersama, selama tiga hari berturut-turut.tradisi Bersih desa dilaksanakan sudah Turun temurun sudah Sejak para luhur dahulu sampai sekarang tetap dilestarikan, acara tersebut dihadiri pemangku pemerintah Desa sanankulon Kepala Desa sanankulon Eko triono, s.sos, m.a.p. Berserta perangkat, , Banbikabtimas, banbinsa, Perserta BPD ,RT, RW berserta masyarakat Desa Sanankulon dan tokoh agama, dalam acara nyadran dipimpin tokoh adat kateni, doa tahlil dipimpin kiyai bangun,
Blitar yang terletak di Jawa Timur blitar banyak mengisahkan bersejarah juga menyimpan kekayaan Budaya yang diwarisi turun-temurun, salah satunya adalah tradisi Nyadran atau bersih Desa. Maka desa Sanankulon dapat dideteksi berdiri atau Lahir pada tahun 1830 adapun penetapan nama Sanankulon dilaksanakan pada bulan Dzulqadah atau bulan selo 1282 pada hari Jumat legi luhur atau ndayang desa sanankulon bernama “Raden Tedjo Kusumo” dari Mataram, didekat makam ada pohon sono, ada kisah sejarah kaitannya nama desa Sanankulon,
Tujuan bersih desa merupakan bentuk penghormatan kepada para leluhur atau ndayang
yang telah meninggal dunia, dirayakan dengan suka cita dan penuh kebersamaan oleh masyarakat . Desa Sanankulon, Kecamatan Sanankulon merupakan daerah di Kabupaten Blitar yang masih melestarikan tradisi Nyadran.
Nyadran berasal dari kata “sadran” yang dalam bahasa Sanskerta berarti “persembahan untuk para leluhur”. Tradisi ini diyakini sebagai warisan budaya pra-Islam yang telah mengalami akulturasi dengan budaya Islam. Masyarakat Desa Sanankulon memaknai Nyadran sebagai wujud Bakti dan penghormatan Kepada para leluhur yang telah membuka jalan dan membangun kehidupan di daerah mereka. Melalui Nyadran, masyarakat Sanankulon dapat dipercaya ndayang sebagai roh leluhur desa yang sudah meninggal, yang merupakan pendiri atau perintis desa tersebut serta mendoakan agar mereka mendapat ketenangan di alam barzah. Selain itu, Nyadran juga menjadi sarana untuk memperkuat ikatan sosial dan kebersamaan antar warga dan bersyukur rahmad telah diberikan.
pelaksanaan Nyadran sendiri tidak selalu sama di setiap daerah atau setiap tahunnya, namun desa sanankulon jatuh Pada hari Jumat Legi .sebelum bersih Desa dilaksanakan,diadakan musawarah terlebih dahulu oleh pemerintah Desa Sanankulon ,dipimpin Kepala desa , BPD, RT/RW .
Sebelum hari puncak Pelaksanaan Nyadran, warga masyarakat akan bahu-membahu mempersiapkan berbagai hal. Biasanya diawali dengan kerja bakti membersihkan tempat makam ndayang Kegiatan ini tidak hanya bertujuan untuk mempercantik dan menghormati tempat Peristirahatan tapi juga Sebagai sarana menjalin kebersamaan.
Menjelang hari Pelaksanaan Nyadran, Ke makam leluhur atau ndayang pemerintahan desa menyiapkan Berbagai sesaji. Sesaji Tersebut biasanya terdiri dari makanan nasi Tumpeng dan lain-lain untuk berdoa.
Prosesi Pada hari puncak pelaksanaan Nyadran, warga masyarakat dengan pakaian yang rapi dan membawa sesaji, berbondong-bondong menuju makam ndayang Desa sanankulon , para warga berdoa bersama untuk mendoakan. Doa yang dipanjatkan berisi ucapan syukur atas limpahan rezeki dan Berkah yang diberikan, Serta permohonan agar Para leluhur mendapat Ketenangan di alam barzah.
Setelah berdoa, warga biasanya menaburkan bunga di sekitar makam dan menyantap bersama Sesaji yang telah dibawa. Tradisi Nyadran tak hanya diisi dengan doa dan ziarah kemakam ndayang desa sanankulon namun juga diwarnai dengan suasana kekeluargaan yang hangat. Warga memanfaatkan momen untuk doa bersama.
Kenduri atau selametan adalah acara makan bersama sudah acara Tahunan diadakan dibaledesa . Disetiap lingkungan masing-masing RT akan membawa berbagai jenis makanan, seperti nasi tumpeng dengan aneka lauk pauknya, Makanan tersebut kemudian didoakan yang dipimpin oleh salah satu Tokoh sebelum dinikmati bersama. Kenduri merupakan Simbol kebersamaan dan rasa syukur Tuhan atas segala nikmat yang telah diberikan..pungkasnya (sdr)










