Gempur News Blitar – 16 Desember 2025
DPD JPKP Kabupaten Blitar (Jaringan Pendamping Kebijakan Pembangunan) dalam pengabdiannya terus menunjukkan kepedulian terhadap penanganan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ). Kegiatan tersebut dilaksanakan di wilayah Desa Sawentar, Kecamatan Kaligoro, Kabupaten Blitar.
Dalam giat tersebut, tim DPD JPKP Kabupaten Blitar melakukan kunjungan langsung ke rumah beberapa pasien ODGJ untuk melihat kondisi dan permasalahan yang dihadapi. Salah satunya adalah pasien atas nama Marsudi, yang kerap keluar rumah dan mengais sampah seperti pecahan kaca sehingga perlu pendampingan untuk dibawa pulang.
Kunjungan juga dilakukan ke rumah Ernawati, seorang anak yang enggan bersekolah dan sulit berinteraksi dengan masyarakat. Diketahui sebelumnya Ernawati pernah menempuh pendidikan di pondok pesantren. Selain itu, tim juga mengunjungi Boiran, seorang lansia yang menderita penyakit hernia dan tidak dapat berjalan akibat terjatuh. Masih banyak kasus lainnya yang belum dapat disampaikan secara keseluruhan.
Lilis Cahyaningsih, Divisi Sosial dan Pendidikan DPD JPKP Kabupaten Blitar sekaligus kader kesehatan jiwa Desa Sawentar, menyampaikan bahwa penanganan ODGJ memerlukan kesabaran dan keikhlasan dalam menjalankan tugas. Perawatan dilakukan melalui kerja sama dengan pelayanan publik seperti bidan, perangkat desa, dan guru TK, salah satunya melalui metode terapi.
Sebagai upaya menekan angka peningkatan ODGJ, DPD JPKP juga memberikan edukasi kepada anak-anak putus sekolah agar mengikuti program Kejar Paket C, serta menyelenggarakan bimbingan keterampilan seperti pembuatan anyaman tas.
Bagi warga yang telah menyandang status ODGJ, dilakukan pendataan untuk selanjutnya dikoordinasikan bersama pemerintah desa dan Dinas Kesehatan guna mendapatkan pengobatan. Untuk kasus ringan, penanganan dapat dilakukan dengan pemberian obat sederhana. Sementara untuk kasus berat yang disertai perilaku agresif, dilakukan penyuntikan medis atau dirujuk ke RSJ Lawang, Malang untuk penanganan lebih lanjut.
“Kami bergerak atas dasar kepedulian dan rasa kemanusiaan. ODGJ juga manusia, dan jika bukan kita yang peduli, lalu siapa lagi,” pungkasnya.
