
Mengulik Bakal Duet yang Berpeluang Kuat di Pilkada Lumajang 2029, Poros Baru Mulai Disorot
LUMAJANG – Dinamika politik menjelang Pemilihan Bupati / Pilbup Lumajang 2029 mulai menghangat. Meski masih 3 tahun lagi, wacana soal pasangan calon sudah ramai diperbincangkan warga di warung kopi hingga ruang publik.
Muncul sejumlah nama yang dinilai berpotensi membentuk “poros baru” dan patut diperhitungkan dalam kontestasi mendatang. Namun hingga kini belum ada duet resmi yang dideklarasikan.
Ketua Forum Kajian dan Pengembangan Wacana Lokal Kabupaten Lumajang, Masduki, menilai kemunculan nama-nama bakal calon itu bukan tanpa alasan.
“Pentingnya memiliki tingkat popularitas dan rekam jejak kepemimpinan yang baik di mata publik. Paling tidak dinilai memiliki modal politik yang sangat besar. Artinya, memiliki pola pikir yang matang sebagai politisi lokal,” kata Masduki saat jagong di warung kopi bersama rekannya, Sabtu (18/07/2026).
Menurutnya, selain popularitas, figur yang akan maju juga harus memiliki catatan bersih sebelumnya. Ditambah jaringan akar rumput yang kuat hingga ke elite politik. Hal itu menjadi jaminan kemapanan struktur penopang pasangan calon.
“Perbincangan ini akan menjadi kekuatan menjanjikan untuk kontestasi di Pilbup Lumajang nanti,” ujarnya.
Namun Masduki mengingatkan, kapasitas dan popularitas saja belum cukup untuk mengantarkan pasangan tersebut maju di Pilbup Lumajang 2029.
“Sisi lain, kapasitas dan popularitas paslon sehebat apa pun tidak akan maksimal tanpa dukungan resmi dari partai politik sebagai mesin pemenangan. Ini menjadi PR bagi mereka untuk mulai membangun komunikasi politik yang intens dengan tokoh-tokoh dan parpol-parpol di Lumajang,” tegasnya.
Hingga saat ini, peta koalisi parpol di Lumajang untuk 2029 belum terbentuk. Para pengamat menilai 3 tahun ke depan akan menjadi masa krusial bagi para bakal calon untuk membangun elektabilitas, merawat basis massa, dan menjalin lobi dengan partai politik.
Warga Lumajang sendiri mengaku sudah mulai “mengamati” gerak-gerik tokoh yang sering turun ke desa. “Yang penting kerjanya nyata, bukan pas pilkada saja muncul,” ujar salah satu warga.
Dengan masih panjangnya waktu menuju 2029, poros-poros baru di Pilkada Lumajang diprediksi masih akan terus bermunculan dan berubah. (jak)









