Magnet Wisata Religi Islami Di Bali

626 0

BALI, Gempurnews.com – Bali, sebuah pulau yang dikenal dengan pulau Dewata yang selama ini terkenal dengan budaya dan adatnya yang erat kaitannya dengan ritual Agama Hindu, merupakan magnet bagi wisatawan di seluruh penjuru dunia untuk mengunjungi pulau yang sering disebut sebut wisatawan bule sebagai pulau surga. Namun, mungkin belum banyak yang tahu jika di Bali ada sebuah kawasan yang menjadi simbol kerukunan antar umat beragama.

Puja Mandala, sebuah kawasan yang terletak di Nusa Dua, Badung, ada lima tempat Ibadah umat Islam, Hindu, Katolik, Kristen, dan Budha saling berdampingan. Sebuah wujud nyata toleransi antar umat beragama di Bali. Berdasarkan informasi yang penulis dapatkan, kawasan Puja Mandala ini di bangun dan diresmikan pada tahun 1997 oleh pemerintah setempat dengan niatan menjadi salah satu tujuan wisata religi di Bali. Dari pengamatan kami, Masjid Agung Ibnu Batutah, tempat Ibadah ramai dikunjungi.

Masjid ini didirikan mulanya hanya untuk umat muslim di wilayah Nusa Dua. Wilayah disini konon katanya sangat minim tempat Ibadah. Namun seiring dengan berjalannya waktu, Masjid Agung Ibnu Batutah perlahan mulai dikenal seantero Negeri. Ratusan hingga ribuan wisatawan domestik dari berbagai penjuru Indonesia mengunjungi Masjid seluas 3000 meter persegi ini.

Para wisatawan yang beragama Islam biasanya tiba pukul 1 siang hingga 4 sore, saat waktu Sholat Dzuhur dan Ashar. Selain menunaikan kewajiban Sholat, para wisatawan juga menikmati keindahan arsitektur Masjid yang unik dengan nuansa tradisional-modern. Posisi Masjid serta kawasan Puja Mandala yang terletak di perbukitan ini juga menawarkan keindahan alam yang sangat menarik.

Sementara itu, Ketua Ta’mir Masjid Ibnu Batutah yang sempat bertemu dengan wartawan media ini mengatakan,” Untuk pengembangan Masjid, kami tengah membangun sebuah Mihrab Qur’an atau pusat pendidikan AL-Qur’an. Bangunan 6 lantai seluas 660 meter ini akan menjadi salah satu pusat pendidikan, pemahaman, dan perpustakaan AL-Qur’an terbesar di Bali,” tuturnya.

“Khususnya bagi mereka yang beragama Islam, wisata mereka bukan hanya wisata hawa nafsu, bukan hanya wisata jasmaniah tapi mereka Insya Allah bisa merasakan wisata rohaniah, sehingga kebahagiaan manusia ketika berwisata ke Bali, akan mendapat kebahagiaan wisata sebenarnya, jasmani dan rohani,” ujar Ketua Ta’mir Masjid Ibnu Batutah. (Y)

Related Post