Mafia Tanah Merajalela, Menteri Sofyan : Selesaikan dari Hulu Hingga ke Hilir

0
14

JAKARTA – Mafia tanah masih merajalela di masyarakat dan banyak memakan korban. Saat ini pemerintah melalui Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) berusaha untuk memberantas praktik mafia tanah di Indonesia.

Menteri ATR/Kepala BPN, Sofyan A. Djalil, mengungkapkan kasus mafia tanah harus diselesaikan dari hulu hingga ke hilir. Permasalahan di hulu karena banyak bidang tanah yang belum terdaftar. Sehingga membuat oknum mafia tanah menemukan beberapa celah.

“Makanya kita canangkan PTSL atau pendaftaran tanah sistematis lengkap. Administrasi juga dibenahi, dengan menerapkan digitalisasi data pertanahan,” jelasnya.

Beberapa layanan pertanahan digital Kementerian ATR/BPN yang sudah berjalan yakni pengecekan sertipikat tanah, hak tanggungan elektronik, Surat Keterangan Pendaftaran Tanah (SKPT) dan zona nilai tanah.

“Kita berusaha perbaiki secara sistemik, semua dokumen kita digitalisasi, kita ambil tindakan keras, intinya kita tidak boleh kalah dengan mafia tanah,” pungkasnya.

Staf Khusus Menteri ATR/Kepala BPN Bidang Penanganan Sengketa dan Konflik Tanah dan Ruang, Hary Sudwijanto menjelaskan oknum mafia tanah paham betul procedural pertanahan dan bagaimana karakterisitik kantor pertanahan, dimana mereka biasa melancarkan aksinya.

Mulai dari tarif hingga tata cara pengurusan diketahui. Situasi itu dimanfaatkan oknum mafia tanah untuk mencari celah melakukan kejahatan.

“Makanya perlu Satgas Anti Mafia Tanah, dengan menggandeng Polri juga Kejaksaan Agung,” jelasnya. (tim)