Sekolah Kejuruan Di Lombok Utara Kekurangan Tenaga Didik Guru Hampir 70 Persen

498 0

LOMBOK UTARA – Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) yang ada di Kabupaten Lombok Utara (KLU) masih kekurangan tenaga guru kejuruan.

Kepala Cabang Dinas Dikbud NTB di Kabupaten Lombok Utara, Lalu Rodi Karyawan, mengatakan, akibat kekurangan tersebut sejumlah sekolah terpaksa menggunakan guru lain selain kompetensi yang dibutuhkan.
”Sekolah terpaksa melakukan itu,” ujarnya. (6/11).

Ia menuturkan, untuk satu kejuruan di SMKN idealnya harus memiliki tiga guru dengan konsentrasi ilmu yang sesuai. Namun pada kenyataannya di lapangan, hal ini belum bisa terwujud. Sebab dalam satu sekolah bisa terdapat hingga empat kejuruan.

”Guru kejuruan kita ada sekitar 20 orang yang tersebar di semua SMKN,” sambung dia.

Ia melanjutkan, jumlah SMKN di KLU ada tujuh. Diantaranya SMKN 1 Tanjung dengan bidang Kejuruan Ekonomi Kreatif, SMKN 1 Pemenang dengan bidang Kejuruan Pariwisata, dan SMKN 1 Kayangan bidang Teknologi Rekayasa.

Kemudian SMKN 1 Gangga bidang Kelistrikan, SMKN 2 Gangga bidang Perikanan, SMKN 1 Bayan bidang Pertanian, dan SMKN 2 Tanjung bidang Teknologi Informatika.

”Dari jumlah sekolah itu, seharusnya guru kejuruan diatas 70 orang,” kata dia.

Kekurangan saat ini mencapai 70 persen dari seharusnya. Persentase ini sangat besar mengingat jumlah kompetensi keahlian yang ditawarkan di SMKN juga cukup banyak untuk peserta didik.

”Jadi masih sangat minim sekali SDM guru kejuruan di KLU ini,” beber dia.

Tak hanya di SMKN, kekurangan guru juga diakui Rodi terjadi di SMAN KLU. Untuk menutupi kekurangan tersebut, sekolah banyak melakukan perekrutan guru honorer. Namun untuk SMAN, kata dia akan ada penambahan tenaga guru dari tenaga P3K yang dinyatakan lulus dalam proses seleksi beberapa waktu lalu.

”Jumlah total guru SMAN kita saat ini ada sekitar 200 lebih,” Urainya. (Dhw/robhin)

Related Post