Setelah Siswanya Viral, Kepala Sekolah SMK Informatika Terkesan Hindari Media

884 0

SIDOARJO – Adytia Candra Glori Semesta (17), seorang pelajar SMK Informatika Tulangan, Sidoarjo ini bertempat tinggal di RT.004 RW. 03 Desa Kludan Kecamatan Tanggulangin, seperti yang sudah beredar dari beberapa media online, kalau Adytia setiap pulang sekolah, meluangkan waktunya mencari sampah botol plastik ini. ternyata ingin melanjutkan sekolahnya sampai S2 Teknik Informatika.

Aditya dengan biasa dan tanpa ada rasa malu mengumpulkan botol plastik bekas minuman dijalan – jalan untuk dijual, karena cita-cita bersekolah sampai ke S2 Teknik Informatika, dihadapan awak media Gempur News Adytia menjelaskan kenapa melakukan mengambil sampah botol plastik.

“Aku pingin sekolah sampai S2 pak, aku juga pingin nabung karena bapak juga sudah libur lama tidak bekerja, inisiatif saya mengambil botol bekas itu terus saya jual,” Kata Adytia dengan sedikit lambat membalas pertanyaan dari awak media.

Diwaktu berbeda, Yuliani (37) ibu kandung Aditya saat ditemui awak media menjelaskan, pada saat pendaftaran sudah mengajukan surat keterangan tidak mampu, tetapi hanya mendapatkan keringanan untuk pembayaran uang pendaftaran.

“Saya dulu saat mendaftarkan memakai surat keterangan tidak mampu mas, yaa mendapat keringanan pada saat pendaftaran”. Jelas Yuliani di hadapan awak media GempurNews

Masih kata Yuliani, Adytia dikelas 12 dibebaskan biaya SPP di SMK Informatika Tulangan, Sidoarjo.

“Alhamdulillah pak dikelas 12 ini Adytia sudah tidak membayar lagi” ujarnya.

Diwaktu berbeda dengan adanya pemberitaan dan keterangan dari Yuliani ibu dari Adytia, Sunyoto, SH. Ketua DPD LSM Gempar (Generasi Muda Peduli Aspirasi Masyarakat) Sidoarjo, turut prihatin dengan kebijakan SMK Informatika Tulangan, Sidoarjo ini.

“Biarpun itu sekolah swasta semestinya harus bisa memperhatikan walimurid yang tidak mampu ini, karena sekolah tersebut juga mendapatkan kucuran dana BOS,” Kata Sunyoto

Saya berharap Adytia ini benar-benar mendapatkan perhatian khusus dari pemerintah setempat, khususnya pihak Dinas Pendidikan Sidoarjo,” tegasnya.

Dihari berbeda awak media GempurNews mencoba mendatangi SMK Informatika Tulangan, Sidoarjo, menemui Kepala Sekolah, akan tetapi penjelasan dari beberapa guru di SMK Informatika Tulangan, Sidoarjo menjawab, Kepala Sekolah lagi keluar.

Keesokan harinya, awak media GempurNews mencoba menemui kepala sekolah lagi, awak media hanya ditemui guru pengajar dan TU (Tata Usaha) dengan jawaban sama.

Dengan pantang menyerah sampai hari ke enam awak media terus ingin menemui, tetap saja ditemui guru pengajar dan TU (Tata Usaha), dengan sangat disayangkan sampai berita ini diterbitkan awak media belum bisa mendapatkan kejelasan dari Kepala sekolah SMK Informatika Tulangan, Sidoarjo. (Bersambung/Yuli)

Related Post