Ritual sakral “NGAMPET”, Kearifan Lokal Desa Gunungronggo

403 0

MALANG RAYA 24 Oktober 2022
Nglampet merupakan bentuk adat dan budaya tempat berkumpulnya masyarakat desa terhadap penentuan masa tanam. Upacara ini adalah simbol kepercayaan masyarakat untuk memulai masa tanam secara serentak.

Nglampet disebut juga sebagai warisan tradisi dari leluhur yang sudah dilakukan sejak jaman penjajahan yang mana masih dilaksanakan sampai sekarang untuk tetap melestarikan adat dan budaya desa.

Tradisi ini adalah awal masyarakat desa memulai masa tanam nya dengan beberapa kegiatan antara lain yakni pembibitan, penyemaian, penanaman dan pemupukan. Hal ini dilakukan secara bersama – sama oleh masyarakat terhadap tanaman pangan dan holktikultura.

Pelaksanaan Nglampet dilakukan oleh semua penduduk desa Gunungronggo setiap tahunnya. Petani, tokoh masyarakat dan pemerintah desa juga turut serta ikut sebagai bentuk kepedulian terhadap kelestarian sumber mata air dan konservasi.

Masyarakat Gunungronggo mempercayai ritual ini akan memberikan perlindungan terhadap kegiatan pertanianya. Masyarakat Gunungronggo berharap selama dimulai masa tanam agar terhindar dari bencana alam dan segala gangguan dari penyakit alam termasuk hama yang akan menyebabkan gagal panen. “Ujar tokoh adat yang tidak mau disebutkan namanya.

Pelaksanaan ritual ini juga dilakukan nya rembug bareng atau berdiskusi antara kelompok tani dan pemerintah desa untuk menyusun kegiatan masa tanam tahun ini. Kegiatan ini juga turut serta dihadiri oleh bapak Imam Suyono, S. SOS., M. Si selaku camat Tajinan.

Selain rembug Bareng, masyarakat Gunungronggo juga bersama – sama memohon doa kepada Allah SWT, mereka berharap di panen tahun berikutnya mendapatkan peningkatan produktivitas pertaniannya. Salah satunya yaitu menabur bunga yang di iringi dengan shalawat oleh kepala desa, serta larung bibit dan benih.

Tradisi Nglampet merupakan kegiatan adat desa Gunungronggo ronggo sebagai bentuk Kearifan Lokal yang perlu di lestarikan. Selain sebagai acara rutinitas tahunan juga sebagai tempat masyarakat untuk terus mengingat adat supaya tetap menjaga konservasi sumber mata air untuk tujuan kelestarikan alam dan hutan. “sahut Genes

(Agus/Genes)
Editor : dhw_robhin

Related Post