BANGKALAN – Kecamatan Sepulu, 29 Agustus 2023.
Kekeringan melanda beberapa desa di Kecamatan Sepulu. Penyaluran bantuan air dioptimalkan untuk menekan potensi kerugian akibat kekeringan pada puncak musim kemarau yang terjadi bulan ini.
LPBI MWC NU Sepulu tengah mengupayakan bantuan air bersih ke desa-desa yang mengalami kekeringan untuk meringankan beban masyarakat terdampak.
Menurut UU No. 24 Tahun 2007 kekeringan adalah ketersediaan air yang jauh di bawah kebutuhan air untuk kebutuhan hidup, pertanian, kegiatan ekonomi , dan lingkungan.
Saat ini sebagai upaya penanganan darurat telah dilaksanakan distribusi air bersih dan logistik kekeringan serta pemantauan di beberapa daerah yang berisiko tinggi kekeringan.
Sekitar 11.000 jiwa Krisis Air Besih. Kurang lebih 55.000 Liter Air Bersih telah terdistribusikan pada masyarakat terdampak. Pengiriman logistik kekeringan dan distribusi air bersih sebelumnya telah dilaksanakan berdasarkan Surat Permohonan dari MWC NU Sepulu.
Terkait dengan upaya ini, Ketua PMI Jatim Bapak H. Imam Utomo S. didampingi Ketua PMI Bangkalan Drs. H. Moh. Saad Asjari, MM. Serta Kepala BPBD Kab. Bangkalan Bapak Geger Heri Susianto, SP, M.Mp dan Camat Sepulu Bapak Abdul hadi telah melakukan survei pada hari ini (Selasa, 29 Agustus 2023) hingga ke wilayah desa, khususnya di kawasan yang warganya rentan terdampak oleh krisis air bersih, seperti di Desa Saplasah dan Desa Kelbung Kecamatan Sepulu.
Tim PMI Jatim dan BPBD Bangkalan yang melakukan survei langsung berkoordinasi dengan Camat Sepulu dan LPBI MWC NU Sepulu serta JPKP DPD Bangkalan dalam hal penanggulangan bencana kekeringan apabila ada lingkungan yang membutuhkan dukungan akses air bersih.
Kepada warga desa Saplasah, Bapak Imam Utomo yang juga mantan Gubernur Jawa Timur periode 1998-2003 & 2003-2008 menyampaikan perlunya ada tandon di setiap dusun-dusun untuk menampung pendistribusian suplai air sehingga nantinya masyarakat cukup mengalirkan air dari tandon-tandon tersebut.
“Kami sampaikan terima kasih banyak kepada bapak-bapak semua. Harapan kami kiranya dibuatkan sumur bor di desa ini karena minimnya air ketika musim kemarau tiba”, permintaan salah seorang warga Desa Saplasah.
Sedangkan kepada warga pemukiman Sambas di Desa Kelbung Kec. Sepulu Bapak Imam Utomo menekankan pentingnya pipanisasi yang tersalur ke lokasi-lokasi terdampak kekeringan.
“Kita siap melaksanakan perintah dan menunggu instruksi selanjutnya dari PMI Jawa Timur”, jelas Ketua PMI Bangkalan Bapak Sa`ad, yang tampak akrab dengan warga pemukiman Sambas di Desa Kelbung karena sebelumnya beliau sering mendistribusikan bantuan kepada mereka.
Dalam sambutannya Bapak Sa’ad juga menghimbau agar memprioritaskan air untuk kebutuhan sehari-hari seperti memasak, mandi, dan wudhu’.
“Melihat antusiasme masyarakat serta pentingnya kebutuhan air bersih bagi mereka, BPBD Bangkalan akan terus berupaya menyuplai air bersih sesuai kemampuan dan kapabilitas kami”, ungkap Kepala BPBD Kab. Bangkalan Bapak Geger Heri Susianto kepada Pengurus MWC NU Sepulu.
Tampak hadir menyambut kunjungan tersebut Rois Syuriah KH. Syifaus Sudur Fasya dan Ketua Tanfidziyah Ust. Abdul Fatah, S.Pd.I. beserta jajaran Pengurus MWC NU Sepulu lainnya.
Dari Pengurus MWC NU Sepulu sendiri nantinya akan merealisasikan tangki pinjaman dari PMI Jawa Timur dengan biaya operasional ditanggung MWC NU Sepulu.
PEWARTA : Muhammad Navi
Editor : dhw_robhin






