Pemkot Kota Cimahi Selalu Tanggap terhadap Permasalahan Sampah di Kota Cimahi

365 0

Cimahi,Selasa(19/09/2023)
Sampah merupakan masalah global yang mendesak dan memerlukan perhatian serius dari semua pihak, termasuk pemerintah daerah. Di tengah tantangan ini, Pemerintah Kota Cimahi telah menunjukkan komitmen dan kepeduliannya terhadap permasalahan sampah yang semakin mengkhawatirkan.
Baru-baru ini kita dikejutkan dengan adanya musibah kebakaran yang melanda Tempat Pembuangan Sampah Akhir (TPA) Sarimukti di Cipatat, Kabupaten Bandung Barat sejak Sabtu (19/08/2023) lalu.

Kebakaran tersebut tidak mudah dipadamkan karena berbagai faktor. Oleh sebab itu proses penanganan sampah perlu ditangani dengan serius dan tidak boleh dipandang sebelah mata.
Menurut Kapolsek Cipatat, AKP Kusmawan pada Selasa (22/8/2023), sebagaimana dilansir dari berbagai media, dugaan awal terjadinya kebakaran TPA Sarimukti tersebut berasal dari percikan puntung rokok. Menurutnya, sampah-sampah yang sudah menggunung di TPA tersebut telah menyebabkan timbulnya bahan gas. Hal tersebut juga dipicu oleh kondisi cuaca yang memasuki musim kemarau sehingga memudahkan proses terjadinya kebakaran.
“Timbunan sampah yang sudah menggunung sehingga menimbulkan bahan gas, ditambah cuaca musim kemarau, terjadi kebakaran,” ungkap AKP Kusmawan.
Sementara itu Pemerintah Kota Cimahi pun tidak tinggal diam dalam menanggapi fonema yang terjadi. Seperti dilansir dari laman cimahikota.go.id, kejadian kebakaran yang melanda TPA Sarimukti telah menjadi momentum bagi pemerintah kota dan masyarakat untuk bersama-sama peduli terhadap pengelolaan sampah.

PJ. Walikota Cimahi Dikdik S. Nugrahawan mengatakan, seiring dengan terjadinya musibah kebakaran di TPA Sarimukti Kabupaten Bandung Barat telah berdampak terhadap proses pembuangan sampah di kawasan Bandung Raya, termasuk di Kota Cimahi.
“Bahwa saat ini kita tidak bisa membuang sampah ke TPA Sarimukti disebabkan kebakaran sampah yang belum padam hingga saat ini,” ujar Dikdik Sabtu (26/08/2023).
Pemerintah Kota Cimahi mengajak seluruh masyarakat untuk memilah sampah dari rumah. Cara yang bisa dilakukan oleh masyarakat, mulai dari memilah sampah organik dan anorganik.
“Masyarakat bisa menyimpan sampah kering di rumah atau tidak dibuang terlebih dahulu. Yang kedua, mengolah sampah organik sisa makanan atau sampah organik sisa olahan dapur menjadikan kompos pada media tanam pot atau media sekitar rumah atau lahan lain yang difasilitasi RT/RW setempat atau bisa juga menyimpan pada wadah tertutup,” ungkap Dikdik.
Pemerintah Kota Cimahi selama ini sudah memiliki program Grak Ompimpah atau “Gerakan Orang Cimahi Pilah Sampah” yang sudah digulirkan sejak awal 2023. 
“Sebagaimana program Grak Ompimpah, mari kita jadikan kejadian kebakaran TPA Sarimukti sebagai momentum untuk mengubah perilaku kita dalam mengelola sampah. Dengan gerakan tersebut, diharapkan produksi sampah Kota Cimahi yang harus ditangani semakin berkurang,” pungkas PJ. Walikota Cimahi tersebut dengan serius.
Jauh sebelum kejadian kebakaran di TPA Sarimukti, Cipatat, Kabupaten Bandung Barat, Pemerintah Kota Cimahi telah mengantisipasi berbagai hal terkait pengelolaan sampah, di antaranya adalah melaksanakan kegiatan pelatihan kader Grak Ompimpah dengan melibatkan perwakilan setiap RW di Kota Cimahi. Pelatihan tersebut digelar di Gedung Cimahi Techno Park, Kota Cimahi pada Senin (20/02/2024) silam yang diikuti 1.248 orang peserta.
Program Grak Ompimpah mengacu pada prinsip pemanfaatan kembali sampah atau yang biasa dikenal dengan nama 3R (Reduce, Reuse dan Recycle) yang dilakukan melalui upaya-upaya yang cerdas, efisien dan terprogram agar lebih efisien. Dalam perjalanannya, program 3R masih menghadapi kendala utama, yakni kesadaran masyarakat yang rendah untuk memilah sampah. Lewat program tersebut, fokus membangun partisipasi masyarakat melalui pilah dan olah sampah dari rumah.

Achmad $

Related Post