Lumajang, — Gempur New co id/ Team Dari media bersilaturahmi ke kediaman Bapak Eko di Desa Kebonsari Yosowilangun – Lumajang, sabtu(27-01-2024)
beliau selaku Praktisi Sekaligus Pendamping Petani lewat U.D IndoJaya.
Kami berdiskusi perihal Pertanian, menurut Beliau Pertanian di kabupaten Lumajang ini memiliki potensi di sektor hortikultura,”tuturnya
Terutamanya buah pisang mas kirana yang menjadi produk unggulan daerah. Selain itu pula ada padi, jagung, dan tebu juga menjadi komoditas sebagai andalan,”terangnya pada kami awak media
Lebih lanjut lagi jumlah hasil panen padi di kabupaten Lumajang pada tahun 2021 adalah sekitar 295.076 ton gabah kering giling (GKG) dari luas panen sekitar 56.671 hektar. Pada tahun 2022, hasil panen padi diperkirakan meningkat menjadi sekitar 300.829 ton GKG dari luas panen sekitar 55.043 hektar.
– Jumlah penduduk Lumajang pada tahun 2020 adalah sekitar 1.119.251 jiwa dengan rasio jenis kelamin 97,86. Kecamatan dengan jumlah penduduk terbanyak adalah Pasirian (92.035 jiwa), sedangkan yang terkecil adalah Gucialit (26.274 jiwa)
Kemudian dibidang Kebutuhan makan tiap hari per orang berbeda-beda tergantung pada usia, jenis kelamin, tinggi badan, berat badan, dan tingkat aktivitas. Namun, rata-rata orang dewasa membutuhkan 2.000 kalori tiap harinya. Untuk menghitung kebutuhan kalori per hari, Anda bisa menggunakan rumus berikut.
- Untuk laki-laki: (88,4 + 13,4 x berat dalam kilogram) + (4,8 x tinggi dalam sentimeter) - (5,68 x usia dalam tahun)
- Untuk wanita: (447,6 + 9,25 x berat dalam kilogram) + (3,10 x tinggi dalam sentimeter) - (4,33 x usia dalam tahun)- Kebutuhan pupuk untuk pertanian padi tergantung pada jenis tanah, varietas padi, dan kondisi lingkungan. Namun, secara umum, padi membutuhkan hara nitrogen (N), fosfor (P), dan kalium (K) dalam jumlah cukup. Berikut adalah kebutuhan pupuk untuk pertanian padi per hektar.
- Hara N sebanyak 17,5 kg (setara dengan 39 kg Urea)
- Hara P sebanyak 3 kg (setara dengan 3 kg SP-36)
- Hara K sebanyak 17 kg (setara dengan 34 kg KCl)
- Untuk mengetahui apakah hasil pertanian padi surplus atau minus dengan kebutuhan, Anda bisa membandingkan antara produksi beras dengan konsumsi beras. Produksi beras bisa dihitung dengan mengalikan hasil panen GKG dengan faktor konversi 0,58. Konsumsi beras bisa dihitung dengan mengalikan jumlah penduduk dengan rata-rata konsumsi beras per kapita per tahun. Berdasarkan data BPS, rata-rata konsumsi beras per kapita per tahun di Jawa Timur pada tahun 2019 adalah 114,64 kg. Jadi, berikut adalah perhitungan surplus atau minus hasil pertanian padi di kabupaten Lumajang pada tahun 2021:
- Produksi beras = 295.076 ton GKG x 0,58 = 171.044 ton
- Konsumsi beras = 1.119.251 jiwa x 114,64 kg = 128.279 ton
- Surplus atau minus = Produksi beras – Konsumsi beras = 171.044 ton – 128.279 ton = 42.765 ton
(S. Efendi).






