Memperingati HPN,Radio Streaming Lima Waktu dan Forsip Laksanakan Dialog Bersama Insan Pers Kota Cimahi

218 0

Cimahi,Jum’at(16/02/2024)Dalam rangka peringatan Hari Pres Nasional (HPN) yang ke-78 tahun 2024, Forsip dan Radio Steaming Lima waktu menggelar Talksow dengan mengusung tema”Menakar Peran Pers di Era Reformasi”.
Kegiatan tersebut berlangsung di pendopo DPRD Kota Cimahi,Jalan Dra.Djulaeha Karmita,Cimahi Cimahi Tengah Jum’at (16/02/2023).

Kegiatan tersebut menhadirkan narasumber, Sekretaris DPRD Kota Cimahi Drs.H. Totong Solehudin, ketua Ikatan Penulis dan Jurnalis Indonesia ( IPJI) Jawa barat, Ai Mulyani.

Pada saat pemandu acara melemparkan pertanyaan,mengapa setiap ada kegiatan pemerintah sering tidak mengundang pers?,Sekretaris DPRD Kota Cimahi H. Totong Solehudin mengatakan, “Pers adalah bagian dari salah satu komponen yang bisa melakukan pergerakan dengan cepat, keutuhan pembangunan, karena di era sekarang ini bukan era saling rusuh, tetapi era saling support.
Karena secara keilmuan, saya dari praktisi pemerintahan birokrasi, Totong sampaikan, secara teoritis dalam menajemen sekarang jamannya kolaborasi yang di sebut pentahelix. Yang dimaksud Kolaborasi Pentahelix adalah kolaborasi 5 (Lima Unsur)subjek atau komponen yang saling menunjang,yang didalamnya meliputi:Academician (Akademisi), Business (Bisnis), Community (Komunitas), Government (Pemerintah) dan Media (Publikasi Media),”ucapannya.
Kemudian Totong melanjutkan
“Cara pandang seseorang di tentukan dengan sudut pandang masing-masing, artinya kita perlu bantuan orang lain, maka kolaborasi sangat penting kita lakukan,Kalau di dalam kolaborasi ada yang di rugikan itu bukan kolaborasi, kolaborasi adalah semuanya harus di untungkan,Sekarang ini dalam bekerja kita harus super tim, jadi media ini bagian dari pekerjaan kami di pemerintahan,”Tambahnya.

Sebelum acara ditutup,Sekretaris Dewan Perwakilan Rakyat Daérah Kota Cimahi,Totong Solehudin menegaskan
“Dalam super tim itu ada yang namanya tim internal ada tim eksternal, maka kita harus bersama-sama untuk berklaborasi,karena ini jama era tranparansi harus terbuka namun tidak telanjang artinya syaratnya terpenuhi prosedurnya di tempuh,” tandas Totong.

Dalam kegiatan tersebut Ketua Aliansi Jurnalis Media Indepénden Indonesia(AJMII),Kang Achmad Syafei menyampaikan tanggapan dan tambahan terkait Menakar Peran Pers di era Reformasi dalam Acara Dialog tersebut,
“Bahwa Pers itu sudah diberikan kebebasan seluas-luasnya untuk melakukan kerja kejurnalistikan nya,namun harus diingat bahwa ada aturan yang membatasi para insan pers agar tidak melakukan kebebasan yang kebablasan yakni dengan mematuhi Undang-undang no.40 tahun 1999 dan Kode etik jurnalistik sebagai panduan,sehingga para insan pers dapat melakukan tugasnya sesuai dengan tugas dan fungsinya.Saya berharap kedepan baik dari Humas DPRD maupun dari Humas Pemkot melakukan semacam perlombaan menulis Jurnalistik agar Pemerintah Kota Cimahi mengetahui bahwa Wartawan’ memiliki karya jurnalistik sesuai dengan profesinya dan menghindari dari para wartawan abal-abal atau gadungan yang tidak memiliki kemapuan menulis.”Pungkas Ketua Aliansi Jurnalis Media Indepénden Indonesia(AJMII) Kang Achmad Syafei.

Related Post