Bondowoso, Gempurnews– Munculnya kritikan dari sejumlah kalangan dalam kegiatan Pemerintah Kabupaten Bondowoso yang menggelar beberapa program dengan terjun langsung ke masyarakat, Pj Bupati Bambang Soekwanto menjawab jika kritikan itu tergantung dari cara pandang masing-masing.
Diketahui sebelumnya, Pemkab Bondowoso menggelar acara serap aspirasi untuk menentukan kebijakan, kemudian sekarang ada acara Abeg Rembeg yang diinisiatifi oleh Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Bondowoso disejumlah tempat pusat masyarakat.
Program tersebut mendapatkan kritikan karena dianggap tidak efisien dan terkesan hanya menjadi program pencitraan diri belaka dari sosok PJ Bupati Bondowoso.
Menanggapi hal tersebut, Pj Bupati Bambang Soekwanto menganggap kritikan tersebut sebagai hal yang lumrah dari respon masyarakat.
“Tidak apa yang namanya kritikan itu sebuah penyemangat kinerja dari Pemkab sendiri, tidak anti kritik. Cuman memang banyak yang tidak memahami hingga seolah-olah Abeg Rembeg ini apa sih,” tegasnya”.
Menurut Pj Bupati Bambang Soekwanto, dirinya memiliki tujuan untuk jemput bola terkait dengan pelayanan bagaimana, masyarakat dapat dimudahkan dalam sisi pelayanan utamanya atas keluhan di masyarakat bawah termasuk petani.
“Mereka mempunyai hak efisiensi jadi, gak perlu keluar biaya ke kota (untuk mengurus kebutuhan administrasi,” jelasnya.
Saat ditanya apakah beragam kegiatan turun ke masyarakat merupakan suatu upaya pencitraan diri, Pj Bupati Bambang mengaku jika hal tersebut tergantung pada cara padang masing-masing.
“Kalau saya pribadi itu terserah pada bagaimana cara mereka melihatnya. Saya hanya melaksanakan apa yang menjadi amanah yang saya emban dan saya akan evaluasi tiap tiga bulan,” tuturnya.
Sementara Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Bondowoso, Hendri Widotono menyebut untuk acara Abeg Rembeg ini menjaring aspirasi tidak hanya seputar pertanian saja namun juga seputar aspirasi lain mencakup kewenangan Pemkab Bondowoso.
“Jadi bukan hanya pertanian saja tapi, juga aspirasi terkait jalan, internet,kemudian air bersih dan lain sebagainnya artinya terintegrasi, tidak hanya satu bidang namun multi bidang sehingga multi OPD,” pungkasnya. (ARI)






