Di desa curadringu mengadakan pelatihan mengelolah ikan laut bersama UMKM demi meningkatkan kualitas PMT balita

125 0

Probolinggo, GEMPUR NEWS
Di tengah suasana sejuk Desa Curahdringu, Kecamatan Tongas, Kabupaten Probolinggo, sebuah pelatihan UMKM olahan ikan laut digelar dengan penuh antusias. Acara ini bertujuan untuk memperkenalkan dan mengembangkan potensi olahan ikan laut sebagai pangan tambahan bagi balita melalui Program Makanan Tambahan (PMT). Kegiatan ini melibatkan kader posyandu, kader PKK, serta warga setempat dalam upaya peningkatan kualitas gizi anak-anak di desa. Senin (29/07/24)

Pelatihan ini tidak hanya dihadiri oleh para kader, tetapi juga oleh tokoh-tokoh penting desa. Kepala Desa Curahdringu, Tiyayah, turut hadir dan memberikan sambutan hangat. Tiyayah menjelaskan betapa pentingnya pelatihan ini untuk mendukung kesehatan dan gizi balita di desa mereka. “Kegiatan ini adalah langkah konkret kami dalam memastikan bahwa anak-anak kita mendapatkan asupan gizi yang optimal,” ungkap Tiyayah dengan penuh semangat.

Ketua BPD Desa Curahdringu, Sugiono, dan Kasi Ekobang Kecamatan Tongas, Novita Yusanti, juga memberikan kontribusi yang berharga. Novita Yusanti menyampaikan informasi penting mengenai berbagai jenis ikan laut yang dapat dimanfaatkan dalam PMT, seperti ikan Tongkol, ikan Tenggiri, dan kepiting. “Ikan-ikan ini memiliki kandungan gizi yang tinggi dan sangat bermanfaat untuk perkembangan balita. Kami ingin memastikan bahwa semua kader posyandu dan PKK memahami manfaatnya dan cara pengolahannya,” jelas Novita dengan penuh pengetahuan.

Selama pelatihan, para peserta tidak hanya mendapatkan teori, tetapi juga praktik langsung. Mereka diajarkan cara mengolah ikan laut menjadi hidangan yang bergizi dan lezat. Demonstrasi memasak dipandu oleh ahli kuliner dan diikuti dengan antusias oleh semua peserta. Setiap langkah dalam proses pengolahan ikan dijelaskan dengan rinci, mulai dari pemilihan bahan hingga teknik memasak yang sehat.

Salah satu momen menarik dalam pelatihan ini adalah saat peserta belajar membuat hidangan dengan menggunakan ikan Tongkol dan Tenggiri. Aroma harum dari masakan yang sedang dimasak mengisi udara, menciptakan suasana yang penuh kehangatan dan semangat belajar.

Kegiatan ini diakhiri dengan sesi tanya jawab dan diskusi. Seluruh peserta, baik kader posyandu, kader PKK, maupun warga, saling bertukar pengalaman dan pengetahuan. Tiyayah berharap pelatihan ini dapat membawa perubahan positif bagi gizi balita di desa mereka.

“Kami berharap ilmu yang didapat hari ini bisa diterapkan dengan baik di rumah masing-masing. Ini adalah investasi untuk masa depan anak-anak kita,” tutup Tiyayah.

Pelatihan ini bukan hanya tentang cara mengolah ikan laut, tetapi juga tentang bagaimana berkolaborasi untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Dengan adanya kegiatan seperti ini, diharapkan Desa Curahdringu dapat terus maju dan berkembang, menciptakan generasi yang sehat dan cerdas

Probolinggo GEMPUR news
Di tengah suasana sejuk Desa Curahdringu, Kecamatan Tongas, Kabupaten Probolinggo, sebuah pelatihan UMKM olahan ikan laut digelar dengan penuh antusias. Acara ini bertujuan untuk memperkenalkan dan mengembangkan potensi olahan ikan laut sebagai pangan tambahan bagi balita melalui Program Makanan Tambahan (PMT). Kegiatan ini melibatkan kader posyandu, kader PKK, serta warga setempat dalam upaya peningkatan kualitas gizi anak-anak di desa. Senin (29/07/24)

Pelatihan ini tidak hanya dihadiri oleh para kader, tetapi juga oleh tokoh-tokoh penting desa. Kepala Desa Curahdringu, Tiyayah, turut hadir dan memberikan sambutan hangat. Tiyayah menjelaskan betapa pentingnya pelatihan ini untuk mendukung kesehatan dan gizi balita di desa mereka. “Kegiatan ini adalah langkah konkret kami dalam memastikan bahwa anak-anak kita mendapatkan asupan gizi yang optimal,” ungkap Tiyayah dengan penuh semangat.

Ketua BPD Desa Curahdringu, Sugiono, dan Kasi Ekobang Kecamatan Tongas, Novita Yusanti, juga memberikan kontribusi yang berharga. Novita Yusanti menyampaikan informasi penting mengenai berbagai jenis ikan laut yang dapat dimanfaatkan dalam PMT, seperti ikan Tongkol, ikan Tenggiri, dan kepiting. “Ikan-ikan ini memiliki kandungan gizi yang tinggi dan sangat bermanfaat untuk perkembangan balita. Kami ingin memastikan bahwa semua kader posyandu dan PKK memahami manfaatnya dan cara pengolahannya,” jelas Novita dengan penuh pengetahuan.

Selama pelatihan, para peserta tidak hanya mendapatkan teori, tetapi juga praktik langsung. Mereka diajarkan cara mengolah ikan laut menjadi hidangan yang bergizi dan lezat. Demonstrasi memasak dipandu oleh ahli kuliner dan diikuti dengan antusias oleh semua peserta. Setiap langkah dalam proses pengolahan ikan dijelaskan dengan rinci, mulai dari pemilihan bahan hingga teknik memasak yang sehat.

Salah satu momen menarik dalam pelatihan ini adalah saat peserta belajar membuat hidangan dengan menggunakan ikan Tongkol dan Tenggiri. Aroma harum dari masakan yang sedang dimasak mengisi udara, menciptakan suasana yang penuh kehangatan dan semangat belajar.

Kegiatan ini diakhiri dengan sesi tanya jawab dan diskusi. Seluruh peserta, baik kader posyandu, kader PKK, maupun warga, saling bertukar pengalaman dan pengetahuan. Tiyayah berharap pelatihan ini dapat membawa perubahan positif bagi gizi balita di desa mereka.

“Kami berharap ilmu yang didapat hari ini bisa diterapkan dengan baik di rumah masing-masing. Ini adalah investasi untuk masa depan anak-anak kita,” tutup Tiyayah.

Pelatihan ini bukan hanya tentang cara mengolah ikan laut, tetapi juga tentang bagaimana berkolaborasi untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Dengan adanya kegiatan seperti ini, diharapkan Desa Curahdringu dapat terus maju dan berkembang, menciptakan generasi yang sehat dan cedas(Ali)

Related Post