Pemalang,Gempurnews Rabu,16/10/2024.
dalam rangka Implementasi instrumen perencanaan kegiatan Pengurus Utamaan Gender ( PUG ),kegiatan ini laksanakan dalam 2 hari mulai tanggal 16 – 17 Oktober 2024,di Hotel Winner, jalan A. Yani Kabupaten Pemalang. Dengan di hadiri oleh Triyatno Yuliharso, Kepala Bidang Sosial Pemberdayaan Perempuan, Para OPT Se Kabupaten Pemalang, dan Narasumber oleh Indra Kertati dari Lembaga Pengkajian dan Pengembangan Sumberdaya Pembangunan ( Semarang)

Dalam hal ini Narasumber Indra Kertati menjelaskan bahwa Pelatihan ini untk mendorong para Organisasi perangkat Daerah ( OPD) untuk merumuskan perencanaan penganggaran yang responsif gender dengan metode baru yaitu Gender Analis Patway (GAP )4 langkah,ini adalah program baru dari kementerian pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak,yang di wajibkam kepada seluruh OPD di Indonesia,untuk melaksanakan gerakan ini,jadi ini adalah upaya perencanaan pembangunan yang di rumuskan itu responsif terhadap kepentingan laki laki maupun perempuan,anak disabilitas,maupun kelompok kelompok yang tereksklusi,sehingga nantinya karena GAP ini akan berjalan selama 5 tahun,diharapkan dia Imblended dengan OPD masing masing,apa yang dirumuskan ini nantinya menjadi dasar bagi mereka untuk merumuskan isu isu gender yang ada di Kabupaten Pemalang ini.Seperti diketahui juga memang isu geder itu cukup banyak sekarang ini,misalnya adanya perkawinan anak usia dini yang semakin merebak,KDRT,kekerasapada anak dan isu isu ini masih mencuat terutama di indonesia,bukan cuma di kabupaten pemalang saja ,melainkan juga di kabupaten kabupaten lainnya.dengan GAP ini sebetulnya kita di harapkan bisa membongkar isu isu yang ada di setiap pengapuurusa,jadi pengapuurusan yg ada itu bisa membongkar karena kita ini berbasisnya nanti adalah Sub kegiatan masing masing Opd,jadi kita beharap dengan ini sudah mulai di design , apalagi besok tahun depan itu mereka sudah menyusun renstrak, jadi dengan GAP ini imblanded dengan renstra mereka,bisa memudahkan,sehingga nanti OPD itu ketika menyusun renstra dia bisa memperhatikan isu isu ini.kita juga berharap 5 tahun ke depan itu sudah bisa untuk menggali atau menyelesaikan isu isu yang di gali selama ini.kita bisa mengurangi misalnya pendapatan rata rata perempuan yg masih rendah,kemudian juga rata rata pendidikan perempuan yang masih rendah ini,yang kemudian di coba untk di uraikan masing masing pengampu sehingga kita membuka akses bagi mereka,bagaimana bisa mendorong kontrol mereka supaya pembangunan mempunyai manfaat yang lebih adil terhadap kaum perempuan,anak stabilitas, maupun kelompok kelompok yang terekslusif termasuk stunting masuk ke kelompok gender.
Tri Kertati Berharap para OPD serius dalam mengintergrasikan ini dalam proses perencanaan, penganggaran karena perubahan konstalasi terhadap perencanaan pembangunan. itu tidak bisa di hentikan,misalnya yang terbaru dengan keluarnya kepmendagri No 93406, ini sudah memberikan deadline bagaimana OPD terus mengikuti program ini, ucapnya.
Penulis : ( ynu 26 )






