HKTI Dorong Kolaborasi Pengembangan Pisang PAKAK KRESEK

49 0

Gema ketahanan pangan nasional sudah di gaungkan oleh Presiden Prabowo Subiyanto, untuk itu Daerah harus kreatif dan inovatif mengelola potensi unggulan yang dimilikinya.
Desa tegal bangsri merupakan salah satu desa di kecamatan ranuyoso Lumajang sebagai cikal bakal varietas pisang “PAKAH KRESEK”, Karena di desa inilah ditemukan indukan varietas tersebut, varietas ini selama 25 tahun terbukti handal dari serangan virus dan serangan organisme lain, ciri khas varietas ini dari namanya mengandung arti buahnya rapat, besar dan maksimal.

Dukungan dari Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Lumajang melalui bidang perkebunan berkolaborasi dengan HKTI, Petugas POPT dan PPL setempat dilakukan dengan pendampingan serius baik di bidang perawatan tanaman juga pengendalian hama penyakit, tujuannya adalah peningkatan pendapatan petani di wilayah lereng gunung lemongan juga menjadikan varietas ini menjadi unggulan di kota pisang ini.
Disamping itu dilakukan pendaftaran varietas tersebut agar tidak di klaim oleh pihak lain, langkah terbaru juga melakukan pendampingan varietas ini agar bisa menjadi bibit unggul yang berkualitas, Kelompok Tani di dorong untuk bisa membuat benih unggul bersertifikat baik dari kultur jaringan, pecah bonggol, maupun dari anakan langsung, ini bertujuan untuk peningkatan pendapatan petani.

Menurut Iskhak Subagio secara data sebaran varietas ini di Kecamatan Ranuyoso seluas 71 ha, yang tersebar di Desa Tegal Bangsri seluas 61 ha. Desa sumber Petung seluas 3 ha, Desa Ranu Bedali seluas 2 ha Desa Alun Alun seluas 2 ha dan Desa Ranuyoso 3 ha, sebaran di Desa Bangsri dari luasan 61 ha, 75 % nya di budidayakan POKTAN TIMUR CURAH, sisanya yang 25 % di blok KARANG TENGAH dan KRAJAN.
Potensi ini merupakan angin segar bagi para petani yang berada di wilayah utara, potensi hasil varietas ini menjanjikan keuntungan yang tinggi karena pisang ini laku dipasaran, untuk itu perlu kerja sama yang serius dari pemerintah Desa, DKPP, Diskopindag, dan pihak lain yang bisa di sinergikan, Desa sudah harus berfikir menyediakan ruang pamer produk ini yang nantinya akan menjadi rujukan para konsumen untuk mendapatkan produk ini.
Penerintah Kabupaten mulai hari ini juga harus menyiapkan industri pengolahan pisang ini di wilayah tersebut, sehingga KOTA PISANG yang menjadi ikon KOTA LUMAJANG akan terlihat di gerbang utara Lumajang, efeknya diharapkan terjadinya peningkatan pendapatan.

Related Post